Jombang Melawan Gelap, Perjuangan Dishub Jaga Nyala Ribuan PJU Demi Keselamatan Warga

​Jombang | Detikkasus.com – Pemerintah Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menjadikan kualitas Penerangan Jalan Umum (PJU) sebagai instrumen vital dalam menjamin keamanan dan keselamatan warganya saat beraktivitas di malam hari.

Melalui Dinas Perhubungan (Dishub), pemeliharaan ribuan titik lampu jalan ini diintensifkan sebagai langkah strategis menekan risiko kecelakaan lalu lintas dan mendukung mobilitas ekonomi malam hari.

​Hingga November 2025, total 7.934 titik PJU telah terpasang dan tersebar di berbagai ruas jalan, mulai dari jalan desa, kabupaten, provinsi, hingga jalan nasional yang melintasi Jombang. Fasilitas penerangan ini dianggap sebagai fondasi layanan publik dasar yang harus terus dioptimalkan.

​​Di balik komitmen ini, Dishub Jombang menghadapi tantangan signifikan: faktor usia. Berdasarkan pendataan, 4.130 titik PJU tercatat berusia lebih dari satu dekade. Tingginya jumlah PJU yang masuk kategori tua ini menuntut perhatian ekstra, sebab komponen yang telah melewati masa pakai berpotensi besar menyebabkan gangguan penerangan secara tiba-tiba.

​Kepala Dishub Jombang, Sugianto, menegaskan bahwa upaya pemeliharaan ini merupakan tindak lanjut dari arahan khusus Bupati Warsubi.

“Sesuai arahan Abah Bupati Warsubi agar masyarakat Jombang merasa lebih aman ketika beraktivitas di malam hari. Setiap laporan kerusakan PJU kami tindak lanjuti secara terukur dan terstruktur,” ujar Sugianto pada Senin (24/11/2025).

​​Selama periode Januari hingga November 2025, Dishub Jombang mencatat setidaknya 415 laporan gangguan PJU dari masyarakat melalui berbagai kanal, mulai dari call center hingga aplikasi pengaduan. Jenis kerusakan yang dilaporkan beragam, meliputi lampu padam, kabel putus, tiang miring, hingga panel kontrol yang tidak berfungsi.

​Tim teknis Dishub merespons cepat dengan melakukan pengecekan dan perbaikan di lapangan. Bahkan, total titik yang berhasil diperbaiki mencapai 620 titik PJU bermasalah, melampaui jumlah laporan. Kelebihan angka ini menunjukkan inisiatif Dishub yang tidak hanya menunggu aduan, tetapi juga aktif menemukan dan memperbaiki kerusakan tambahan saat inspeksi rutin.

​​Sugianto menjelaskan, penanganan pengaduan tidak dilakukan secara acak. Dishub telah menyusun skala prioritas yang ketat. Lokasi dengan tingkat kecelakaan tinggi, kepadatan lalu lintas, dan aktivitas masyarakat yang intens menjadi sasaran utama penanganan cepat.

​“Lokasi yang rawan kecelakaan atau memiliki mobilitas tinggi ditempatkan sebagai prioritas utama, mengingat minimnya penerangan dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas,” jelasnya.

Pendekatan berbasis prioritas ini bertujuan agar perbaikan PJU memberikan dampak signifikan terhadap keselamatan publik.

​​Dalam operasional harian, satu regu teknis Dishub mampu menyelesaikan 3 hingga 5 titik perbaikan. Namun, pekerjaan di lapangan kerap menghadapi kendala. Keterbatasan armada crane untuk menjangkau lampu di titik tinggi dan minimnya tenaga teknis dibandingkan beban kerja menjadi tantangan utama.​Selain masalah teknis, faktor alam sering menjadi penyebab kerusakan.

Sugianto mengungkapkan, cuaca ekstrem, hujan deras yang menyebabkan korsleting dan kabel putus, hingga insiden pohon tumbang atau tiang terseret angin kencang adalah pemicu kerusakan yang paling sering ditemui.

​Untuk mengatasi permasalahan yang kompleks ini, Dishub Jombang mengerahkan 15 personel yang terbagi dalam tiga regu khusus PJU dan satu regu perlengkapan jalan. Mereka bekerja siang dan malam, bergantian melakukan pemeliharaan, perbaikan, dan pengawasan”, tambahnya.

​Melalui pemeliharaan yang berkelanjutan dan sistematis, Dishub Jombang berharap keberadaan PJU yang berfungsi optimal dapat menjadi penopang aktivitas masyarakat pada malam hari. Upaya ini merupakan komitmen pemerintah daerah untuk menyediakan pelayanan publik yang berkualitas, responsif, dan memastikan Jombang tetap terang, aman, dan nyaman bagi seluruh penggunanya”, pungkasnya.

(Jum)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *