Kota Langsa |Detikkasus.com -Gerakan kejaksaan dalam mengungkapkan digaan kasus pungutan liar (pungli) surat perintah jalan (SPJ) di lingkungan seputaran puskesmas kota langsa sejak tahun 2018, sekarang kelihatanya semakin serius. Namun di balik itu telah sangat menggangu proses pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Hal itu terjadi karena pemanggilannya dilakukan secara bergerombol.Bahkan banyak yang sudah empat kali berturut walau belum jelas ujung pangkalnya.
Kelihatannya oknum penyidik tidak paham atau menafikan tugas dan fungsi pelayanan publik di lingkungan pusat pelayanan kesehatan masyarakat (PUSKESMAS) ini, ungkap beberapa petugas senior di lingkungan kepada kalangan beberapa media online ini. Terutama dalam himpunan awak media detikkasus.com, kamis 02 maret 2023.
Untuk mendalami pengungkapan kasus pungli itu, yang berlangsung sejak dr.teuku chik tersebut. Para juru sidik meminta perawat puskesmas itu, untuk mengumpulkan nomor rekening koran tabungan bank tempat penyaluran gaji para perawat.
Model, pengumpulan rekening justeru aneh sangat terpantau. Penyidik seperti tidak profesional, sebut mereka. Mengapa tidak langsung berhubungan dengan bank supaya terungkap secara massal, jangan pilih kasih secara kasat mata atau pandang disayang seperti ini, ungkap mereka dengan nada kesal?
Buktinya, masih banyak anggota “gengster” kelompok R tidak dipanggil dan tidak diperiksa hingga kini. Ada apa, apa karena ada iparnya di kantor judikatif tetsebut, tanya mereka lagi serentak di kantin depan kemarin?
Dugaan pula, digiring ke ranah politik. Dalam hal tersebut. Melihat sepak terjang kelompok “Kapus bayangan” ini, seperti ada sutradara yang bermain di balik skandal pungli ini.Betapa tidak, secara kasat mata terbaca sudah, sutera dara ambisius yang bersuami anggota legislatif ini, telah mengarahkan bidikan pelurunya untuk target tertentu yang lebih ke atas lagi, bersama gengsternya itu. Agar “mimpinya” ini bisa meraih job yang mengawang-ngawang itu.
Si mereka ini sering memamer pejalan ke luar daerah, nonton bioskop bersama, bertandang ke babagai restoran sambil bersilfiean/bersewa foto di mana-mana lalu memposing dalam berbagai medsos.Tingkah berseleweran mereka mirip sekali dengan aksi anak-anak pejabat dirjend pajak jakarta yang disoroti media
Hal itu dalam penyelidikan terhadap korbannya, sudah kelihatan tidak profesionalnya?
“Masak, dalam penyidikannya memunculkan pernyataan dan pertanyaan menggiring pada nuansa politis murahan? Ini bukan soal politis, kata mereka lagi.
Penyidik justeru mengekspresikan verbal BAPnya untuk memuji-muji pimpinan yang baru menduduki jabatan setengah tahunan dan memburuk-burukkan para pimpinan lama sebelumnya.”Adakah udang di balik itu”, tutur mereka lagi. Wallahualam bissawab?
“Tolong dan tolong pak jaksa dimengerti tugas dan fungsi kami, sudah korban pungli selama ini uangnya tak pernah kembali, jadi korban ketegangan syaraf, terganggu tugas kemasyarakatan anak terlantar disekolahan tak ada yang jemput, suami terlantar dalam makan siang,”pinta mereka berkali-kali.
Hal ini terlihat semakin gencar pemanggilan secara bergerombol. Sekarang gosip terbaru “Mau kasuskan akbar supaya vivi jadi kadis. Kelompok gengster ini sangat privilage/istimewa sama kapus”
Ironisnya lagi, ketika awak media detikkasus.com ini. Kembali menyampaikan satu pertanyaan konfirmasi kepadanya melalui chat whatsapp selularnya vivi, selaku kepala puskesmas di kecamatan langsa kota kota labgsa. Tentang adanya dalam pantauan beberapa awak media/jurnalis online keluar dari kantor kejaksaan negeri langsa, sewaktu ditemui kalangan beberapa awak media online tergabung.
Sewaktu ditemui dilokasi dan juga ditanyai dari salah satu oknum pegawai puskesmas pada saat itu, dirinya mengaku berinisial Aan. Yang usainya diperiksa dari kantor kejaksaan negeri langsa, dilokasi perparkiran dalam areal kantor kejari langsa tersebut. Dirinya berinisial Aan itu, Berkata.”Ya memang benar, kami dari pegawai puskesmas ada beberapa orang yang diperiksa barusan didalam ruangan berlantai dua itu. Namun, saya tidak bisa menjelaskan secara detail karena bersifat rahasia.”Cetusnya oknum pegawai puskesmas tersebut, pada 13/02/2023 sekitar pukul.12.23.wib.
Menurut, kepala puskesmas langsa kota kota langsa. Ketika disampaikan informasi serta konfirmasi berinisia vivi, melalui chat whatsapp selularnya. Sudah berapa orang yang telah terpanggil oleh pihak kejaksaan negeri orang pegawai puskesmas dan apa hasil dalam pemanggil tersebut, untuk selanjutnya kepala puskesmas tersebut.
Langsung merespon dan membalas komentar lewat chat whatsapp selularnya kembali, dengan kata komentarnya begini.”Uda lumayan byk jg bang persisnya sy gak ingat brp org 🙏🏻, Waduh mohon maaf bang terkait hal itu sy jg kurang tau bang, krn sy hanya menyampaikan kpd staf yg mendapat surat panggilan aja.”Terangnya kapus langsa kota itu, jumat 03/03/2023 sekitar pukul.12.52.wib sampai dengan sekitar pukul.20.41.wib.
(Pasukan Ghoib/Team)