Irwanto Kades Perkebunan Brusel Tidak Hadir Ada Apa Denganmu

oleh -385 views

Detikkasus.com l Labura – Sumut

Senin (06/04/2020) Kepala Desa Perkebunan Irwanto Brussel, Kecamatan Marbau Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) Provinsi Sumatera. Beliau tidak dapat hadir di luar kantor mengikuti Desa Brussel, untuk membahas tentang inisial K diDusun ll, yang telah berulang tahun menjanda dari dunia, tidak dapat memperhatikan Pemerintah Desa, sehingga terbebani ekonomi inisial S harus rela tidak melanjutkan sekolah ke SMP sederajat .

Pada hari minggu sekitar pukul 11.45 Wib melalui situs WhatsAAp, AYU Pendamping PKH Desa Perkebunan Brussel mengatakan, “Kami hanya pendamping pak, Atau bisa kita jumpa saja pak biar jelas, kita hadirkan jg kadesnya

Besok bisa langsung pak aja jumpa di kantor desa brusel “. Ujar AYU, melalui putaran waktu TIM kebangkitan media hadir sekitar pukul 10:05 Wib, hanya buk AYU yang menjelaskan tentang inisial K tidak menerima bantuan dari jenis PKH, sambil memberikan data penerima PKH untuk Desa Perkebunan Brussel. Daftar nama penerima PKH ini bisa kita lihat di artikel ini.

Mengenai K inisial yang tidak mendapatkan bantuan pemerintah yang sudah di sampaikan AYU informasinya, sementara Irwanto Kades Brussel tidak kunjung dapat hadir pada pertemuan tersebut, AYU sudah berkali-kali menghubungi Irwanto tidak ada kabar kepastiannya, sehingga TIM bangunkan media untuk beralih rutinitas lainnya. Perjalanan sudah jauh, sekitar pukul 11:32 Wib, Ayu menelpon miminta agar TIM datang kembali keruangan Kantor Desa Brussel, karena Irwanto sudah berada di luar kantor Desa Brussel. Akan tetapi TIM menolak untuk memutar Arah kembali, karena masih ada rutinitas lainnya.

Sekedar mengingat sebahagian edisi 02/04/20 hari Kamis dengan judul “Irwanto Kades Perk Brussel Lari Terbirit Birit”. Pada edisi ini mengisahkan, “Belum pernah Irwanto Kades Brussel di konfirmasi, tentang inisial K janda dan sebaliknya yang tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMP sederajat, tetapi Irwanto Kades Brussel sudah berjalan melalui pintu belakang kantor desa.

Kemudian diterbitkan edisi (03/04/20) hari Jum’at dengan judul “Irwanto Kades Perkebunan Brussel Tidak Mau Membalas Konfirmasi”, pada edisi ini mengabungkan, “Awak media yang dikonfirmasi melalui situs WhatsAAp kepada Irwanto Kades Brussel, bangun media ingin tau apa penyebabnya dia menghindar dan apa yang akan dia berikan tanggapan, setelah tau warganya tidak mendapat bantuan dari pemerintah desa “.

Menyusul lagi edisi 04/04/20 hari Sabtu dengan judul “Irwanto Raja Tega Bagaimana Ya Dengan Pihak Kecamatan Marbau”. Pada edisi ini mengisahkan “Irwanto tidak mau membalas konfirmasi melalui situs WhatsAAp, bahkan tidak mau mengangkat telepon memegang miliknya, meskipun sudah berulang kali telepon genggamnya berdering.

Melalui situs WhatsAAp pada hari Minggu 05/04/20 sekitar pukul 11:45 Wib buk AYU Pendamping PKH meminta agar, dapat diminta sesuai dengan inisial K tersebut, di luar kantor Desa Brussel bersama Irwanto, bertemu melalui situs WhatsAAp berjalan dengan mudah, karena esok dapat dihari senin 06/04/20, sekitar pukul 10:05 Wib wake media bersama TIM hadir, di luar kantor Desa Brussel, akan tetapi Irwanto tidak kunjung datang.

Jika kita bahas tentang Permendagri 84 tahun 2016 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa (SOTK) pada pasal 1 ayat 3, yang menyatakan “Pemerintahan Desa adalah penyelenggaraan pemerintahan dan masyarakat yang berkepentingan dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Jika kita ulas kembali makna isi ayat satu (1) ayat tiga (3) tersebut, harus menjadi kepala desa yang harus mampu mengedepankan ahlak serta budi pekerti. Ujar ADI

Adi Satria Armadi LSM TIPAN-RI Labuhanbatu sangat menyayangkan sikap Irwanto yang teresan menghindar itu, atau pergi melalui pintu belakang Kantor Desa Perkebunan Brussel, pada hari Kamis Kamis 02/04/20. Sebagai orang nomor satu di mana terdapat etika, padahal niat hati datang hanya untuk mengembangkan informasi yang dia dapat, bukan untuk mencari lawan. Jika memang mereka yang datang ini mempuyai uns patal, bapak sebagai kades bisa menelpon pihak berwajib, bukan sebaliknya untuk menghindar kompilasi mau terlibat. Ujar Adi

Kesatria mampu menjalin komunikasi dengan menantang, Menghindari orang itu sangat kita benci. Bukan malah menghindar dari orang yang kita benci, lalu menemukan orang lain dan meminta yang paling benar. “Walau melawan seribu orang kita bilang kitalah yang paling baik, tetapi masih ada satu orang lagi yang tidak bisa kita jabat setuju, sama saja bohong isi makna dari seribu orang tersebut”. Ujar ADI (J. Sianipar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *