Penyusun : Supriyanto (ilyas) Ketua Umum Lembaga Suwadaya Masyarakat (LSM) Generasi Muda Indonesia Cerdas Anti Korupsi (GMICAK)
Inna lirabbika alai haqqan” berarti “sesungguhnya bagi Tuhanmu (ada) hak atasmu”. Kalimat ini berasal dari salah satu hadis dan menekankan bahwa setiap individu memiliki kewajiban untuk menunaikan hak-hak Allah, seperti melakukan perintah dan menjauhi larangan-Nya.
Makna harfiah: Frasa ini merupakan bagian dari serangkaian anjuran untuk memenuhi hak-hak yang ada, di mana hak Tuhan adalah yang paling utama.
Kewajiban umat Muslim: Kalimat ini mengingatkan bahwa setiap Muslim wajib menunaikan hak-hak Allah dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Kamu boleh kerja sekeras keras nya tapi jangan lupa akan Hakmu kepada Allah agar kamu tidak menjadi orang yang rakus akan dunia, lupa tujuan dunia
Tujuan utama manusia diciptakan adalah untuk beribadah kepada Tuhan dan menjadi khalifah di bumi. Ibadah mencakup segala bentuk ketaatan, seperti salat, puasa, membaca Al-Qur’an, berbakti kepada orang tua, dan menolong sesama, sedangkan menjadi khalifah berarti mengelola bumi dengan adil dan bertanggung jawab.
Selain itu, penciptaan manusia juga bertujuan untuk menyadari kekuasaan Tuhan dan mengemban amanah yang diberikan.
Tujuan utama penciptaan manusia : Beribadah kepada Tuhan: Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Az-Zariyat ayat 56, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk menyembah-Ku”. Ini adalah tujuan paling mendasar dari keberadaan manusia.
Menjadi khalifah di bumi: Manusia diciptakan sebagai wakil Tuhan di bumi untuk mengelola dan memakmurkan alam semesta sesuai dengan perintah-Nya.
Mengemban amanah: Manusia diberi tanggung jawab besar berupa amanah yang meliputi segala perintah dan larangan Tuhan, yang akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak.
Menyadari kekuasaan Tuhan: Keberadaan manusia juga bertujuan agar mereka menyadari kebesaran dan kekuasaan Tuhan, yang telah menciptakan seluruh alam semesta.
Wujud ibadah dan tugas khalifah: Ibadah: Meliputi segala amal kebaikan seperti salat, puasa, membaca Al-Qur’an, bersedekah, berbakti kepada orang tua, dan menolong sesama.
Tugas khalifah: Mengelola bumi secara aktif dan dinamis, bukan secara pasif. Ini termasuk menjalankan perintah dan menjauhi larangan Tuhan dengan akal yang telah diberikan.






