IMI L.BPH.RI Komda Langsa Ingatkan Kembali Mabes Polri Dan Polda Aceh, Jangan Lalai Usut Sampai Tuntas.

Adanya Penimbunan Sulfur Di Pelabuhan Kuala Langsa, PT Pema Akan Lakukan Pemindahan Dari Jalur Laut.

Kota Langsa |Detikkasus com -Pengurus bidang biro investigasi monitoring & intelijen (IMI) lembaga badan peserta hukum reclasseering indonesia (L.BPH.RI) komisariat daerah (komda) kota Langsa, perlu ingatkan kembali.

Pihak markas besar kepolisian republik indonesia (mabes polri) di jakarta pusat dan pihak markas kepolisian daerah (mapolda) provinsi aceh, jangan sampai lalai dalam pengusutan sampai tuntas. Adanya penimbunan sulfur B.3 di seputaran areal dalam pelabuhan kuala langsa, yang tanpa miliki perizinan resmi dan hanya sebatas rekomundasi dari kantor dinas LHK pemko langsa.

Pihak perusahaan swasta PT Pema itu, yang akan melakukan pemindahan penimbunan alias penumpukan sulfur B.3 dugaan beracun tersebut. Di lokasi pelabuhan pinggiran perairan laut kuala langsa itu, di ragukan kembali. Akan berimbas pada pihak para nelayan laut juga kepada masyarakat sekitar, dengan adanya bau yang menyebar polusi udara.

Ironisnya lagi, yang telah di sampaikan himpunan informasi dari pihak pengurus bidang biro IMI L.BPH.RI komda langsa. Terdengar dari beberapa nara sumber di langsa, yang enggan namanya mau disebutkan di tampilkan secara publik. Menyebutkan kepada kalangan sejumlah wartawan media online di aceh ini, “bahwa, pihak perusahaan swasta PT Pema itu. Akan melakukan pemindahan yang dilakukan penimbunan dari lokasi areal keluar dari pelabuhan kuala langsa, mulai awal tanggal 15 april sampai tanggal 17 april tahun 2024 besok ini. Menggunakan jalur laut, menggunakan kapal pengangkutan barang, sesuai adanya himpunan informasi yang di cetuskan oleh pihak kantor lhk pemko langsa”. Terangnya, dari beberapa nara sumber yang dapat di percaya itu. Kemarin, sabtu 13/04/2024 sekitar pukul.11.24.wiib dengan nomor selular whatsappnya 081167xx88.

Menurut pantauan investigasi, dari pihak bidang biro IMI L.BPH.RI komda langsa. Mengamati, dari secara publik, apa yang akan dilakukan oleh perusahaan swasta PT Pema itu. Akan di lakukan pemindahan tempat lokasi penimbunan sulfur B.3 tersebut, “kami berharap besar. Kepada pihak APH mabes polri dan pihak APH mapolda aceh, salah satunya bidang dir-krimsus polda aceh. Permasalahan ini, jangan sampai terlewatkan, karena pihak PT Pema harus bertanggung jawab, dengan adanya penimbunan penumpukan di areal ruangan terbuka secara alam bebas, dari sisi lain juga. Apa yang asal bunyi (asbun) pihak humas serta kuasa hukum PT Pema tersebut, harus menunjukkan perizinan secara legal. Jangan hanya sebatas rekomundasi dari pihak kantor lhk pemko langsa, sudah berani menyebutkan perizinan resmi.

Itu sama dengan, bisa disebutkan. Pihaknya humas dan juga kuasa hukum PT Pema itu, adalah “goblok” besar. Sekolah berilmu tinggi, setingkat dokumen rekomundasi bisa dikatakan perizinan resmi”. Pungkasnya, bung karo-karo memaparkan secara publik media online di aceh ini. Dini hari minggu 14/04/2024, sekitar pukul.13.35.wib.

(Jihandak Belang/Team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *