Hasil Rehabilitas Bangunan Gedung Lantai Selasar Laboratorium Dasar Unsam, Yang Telah Retak-Retak Di Tahun 2022 Lalu.

Menelan Biaya Rp.19 Milyar Lebih, Sampai Saat Ini Tidak Ada Kunjung Selesai.

Yang Dilakukan Oleh Pihak PPK Dan Pihak Rekanan/Kontraktor, Disinyalir Adanya Ajang Mark-Up Korupsi Asal APBN Pusat.

Kota Langsa |Detikkasus.com -Dengan hasil pantauan oleh wartawan media online di aceh ini, bersama pihak pengurus bidang biro investigasi monitoring & intelijen (IMI) lembaga badan peserta hukum reclasseering indonesia (L.BPH.RI) komisariat daerah (komda) kota langsa.

Rehabilitas yang baru beberapa meter saja, yang masih dikerjakan, bangunan gedung lantai Selasar (teras lantai luar) laboratorium dasar universitas samudra (unsam) langsa. Yang telah retak-retak, usainya telah di bangun pada tahun 2022 yang lalu. Dengan menelan biaya Rp.19 milyar lebih, sampai saat ini tidak ada kunjung selesai.

Yang katanya, akan dilakukan oleh pihak PPK. Sebutan panggilan “Hendra” dan pihak rekanan/kontraktor, disinyalir pula adanya ajang mark-up korupsi asal dana anggaran APBN pusat dari jakarta. Sesuai adanya kembali, yang sempat pernah dilakukan pemberitaan yang telah terjadi secara publik di media masa online ini.

Salah satunya berjudul, pada edisi yang ke tiga (3) kali terbit. Yaitu, usainya dibantai secara pemberitaan media online publik ini. “Hendra” PPK dan rekanan, lakukan perbaikan lantai teras luar sekeliling bangunan gedung laboratorium dasar unsam. Pada tahun 2022 lalu, menelan biaya 19 milyar lebih. Pantauan wartawan, disinyalir terkesan tidak berkwalitas mutunya asal jadi saja dikerjakan. Terbitan pada tanggal, 15 juni 2024 beberapa hari yang lalu.

Anehnya lagi, ketika wartawan media online di aceh ini. Mencoba melakukan jafrian, kepada salah satu seorang hubungan masyarakat (humas) universitas samudra (unsam) kota langsa, sering di sebut-sebut nama panggilan “muamar khalis” unsam dan menyampaikan langsiran hasil pemberitaan di media online ini. Kepadanya, dengan ke tiga terbitan publik media masa secara online tersebut. Dan sekaligus berkonfirmasi, juga meminta tanggapan komentarnya terkait permasalahan itu. Serta pula meminta jawabannya, dini hari rabu 19/06/2024 sekitar pukul.17.25.wib.

Namun, dirinya “muamar khalis” unsam langsa itu. Hanya dapat berdiam diri saja, tanpa adanya komentar apa pun dengan sengaja. Disinyalir pula, humas “muamar khalis” unsam langsa tersebut tidak ada bernyali komentar apa pun.

Menurut bung karo-karo itu, pengurus bidang biro IMI L.BPH.RI komda langsa. Menyimpulkan dengan bijaksana, serta pula langsung angkat bicara. “Dengan adanya, senilai sebesar Rp. 19 milyar rupiah itu, baru beberapa tahun saja. Bangunan gedung laboratorium dasar unsam langsa, sudah menjangkit ke retakan. Pada lantai selaras (lantai teras) bagian luar pinggiran bangunan gedung itu, apakah masuk di akal. Asal APBN pusat jakarta, yang dugaan proyek jemputan oleh pihak dari unsam langsa tersebut. Terkesan diduga adanya mark-up ajang korupsi, saya juga berharap atas kejadian yang telah ditemukan.

Bangunan gedung laboratorium dasar unsam itu, meminta pihak direktorat reserse kriminal khusus (dir-Krimsus) kepolisian daerah (polda) daerah provinsi aceh. Usut sampai tuntas, yang dugaan menjadi mark-up ajang korupsi oleh pihak perencana pembangunan itu”, tuturnya secara tegas. Yang telah disampaikan, kepada wartawan media online di aceh ini. Dini hari rabu 19/06/2024, sekitar pukul.23.37.wib.

(Jihandak Belang/Team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *