FGD dan Safari Reyog Kamtibmas Polres Ponorogo 2019

oleh -

PONOROGO | detikksus.com – Kapolres Ponorogo, AKBP Radiant, S.IK.,M.Hum sambangi Desa Sragi Kecamatan Sukorejo – Ponorogo Jawa Timir, Rabu 13 Maret 2019, pukul 14.00 – 16.00 WIB, bertempat di Balai Desa Sragi dalam acara Safari Reyog Kamtibmas Polres Ponorogo tahun 2019.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kapolres Ponorogo, AKBP. Radiant, S. IK, M. Hum, PJU Polres Ponorogo, Forpimka Kecamatan Sukorejo, Kepala Desa se – Kecamatan Sukorejo, FKPSB dan Pokdarkamtibmas Kecamatan Sukorejo.

Kepala Desa Sragi, Sri Endang menyampaikan ucapan terimakasih dan selamat datang kepada Kapolres Ponorogo beserta rombongan. Sri Endang menyampaikan situasi kamtibmas Desa Sragi Kecamatan Sukorejo sampai dengan sa’at ini situasi sangat kondusif dan situasi masarakat guyup rukun,”Ucapnya.

Sementara itu, Kapolres Ponorogo, AKBP Radiant, S.IK., M.Hum menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan warga Desa Sragi dalam safari reyog kamtibmas dan situasi di kecamatan Sukorejo dalam kondisi kondusif aman dan  terkendali.

“Ini semua atas sinergitas intansi terkait dengan warga dalam memelihara ketertiban masyarakat, sehingga kejadian menonjol di wilayah hukum Polres  Ponorogo nihil, “Terang Radiant.

Salah satu tujuan diadakan safari Reyog, lanjut Radiant, bertujuan untuk melestarikan kebudayaan asli daerah, yaitu Reyog Ponorogo.

Terkait curanmor yang selama ini menjadi momok bagi masyarakat, Kata Kapolres Ponorogo, telah berhasil mengungkap kasus curanmor itu, namun demikian masyarakat dihimbau tetap harus hati-hati dalam memarkir kendaraan klo bisa di kunci ganda, pelaku sangat cepat dalam hitungan detik sudah bisa mencuri motor.

Terkait adanya jamaah Sholawat Musa di Desa Watu Bonang Kecamatan Badegan yg mengajak masyarakat utk mengejar kehidupan akhirat dan tidak mengejar duniawi, salah satu ajakanya agar menjual aset rumah dan harta benda karena dalam waktu dekat dunia akan kiamat serta mengajak tinggal di pesantren di wilayah Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang. Dengan adanya hal tersebut masyarakat jangan mudah percaya dengan aliran/ajaran agama tertentu yang menyesatkan Himbauan agar masyarakat lebih bijaksana dalam menggunakan media sosial, jangan mudah percaya dan menyebar berita yg belum tentu kebenaraannya/berita hoax.

“Mari kita menciptakan situasi kamtibmas yang sejuk, aman dan damai dalam rangka tahapan Pileg dan Pilpres 2019, demi masa depan negara Indonesia yang Aman, Sejuk dan Kondusif jangan terpengaruh dengan berita berita yang belum jelas kebenarannya (Hoax) yang bisa memecah belah agama,suku, dan Negara, “Pungkasnya. (Anang Sastro).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *