Dusun 5 Mayor Sei Siarti Berharap Perhatian Serius Pemkab Labuhanbatu

Labuhanbatu I Detikkasus.com – Kondisi jalan penghubung antar dusun sampai dengan jalan lintas diwilayah Desa Sei Siarti, Kecamatan Panai Tengah Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara. Hingga untuk saat ini terlihat dibeberapa titik sangat memprihatikan, bahkan sudah ada situasi jalan tersebut yang tinggal menunggu waktunya terputus. Rabu (4/1/2023).

Faktor penyebab kondisi jalan penghubung antar dusun dan jalan antar desa, kuat dugaan karena tingginya curah hujan menjadi penyebab utama, ditambah dengan masa waktu Covid-19 sama sekali tidak ada, yang dapat dilakukan untuk pembangunan yang biasa kita sebut infrastruktur, sehingga saat ini situasi jalan penghubung Desa Sei Siarti memprihatinkan.

Jembatan atau titi penghubung Dusun 5 Mayor ke Dusun 3 Kampung Baru, terlihat bakal roboh kuat dugaan karena tergerus oleh suasana alam. Sehingga untuk situasi saat ini warga sangat berharap adanya, perhatian yang sangat serius dari dr. Erik Adtrada Ritonga M.K.M Bapak Bupati Pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu.

Atau dapat juga melalui perencanaan tanggap darurat untuk proyek konstruksi di instansi pemerintahan yang ditunjuk atau diperintahkan langsung oleh bupati, tentunya dengan sangat dilandasi “UU No.23 Tahun 2014 pasal 1 ayat 6, pengertian Otonomi Daerah adalah hak, wewenang, dan kewajiban daerah untuk mengatur dan mengurus sendiri”.

“Urusan Pemerintah dan kepentingan masyarakat setempat dalam sistim Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Dengan mengingat situasi infrastruktur atau jalan penghubung, jadi salah satu bagian urat nadi warga sekitar Desa Sei Siarti maupun pengguna jalan lainnya”.

Amir Hasan Siregar Dusun 5 Mayor sangat berharap sepenuhnya kepada pemerintahan kabupaten labuhanbatu, untuk dapat membantu desa sei siarti terkhusus dibidang pembagunan atau Infrastruktur jalan dan jembatan. Jangan sampai lumpuh total pertumbuhan ekonomi masyarakat yang ada ini saat ini.

Dari sisi pandangan dari anggaran dana desa besar kemungkinan sangat tidak mencukupi, apa lagi jika berbanding dengan luasnya wilayah desa sei siarti, kemudian ditambah lagi dengan situasi cuaca hingga curah hujan yang sangat tinggi, dapat menambah kelembaban tanah sampai membuat, badan jalan sangat lembek apa lagi tekstur tanah lokasi gambut. Ujar Amir Hasan.

(J. Sianipar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *