Dua Orang Penumpang Batik Air Di amankan Petugas Avsec

oleh -

Detikkasu.com |Medan-Sumut
Berawal dari informasi dari masyarakat dengan adanya dua orang calon penumpang pesawat yang membawa narkoba jenis sabu dan akan menyeludupkan narkoba melalui Bandara Kualanamu.
Dua tersangka Arifudin ( 39 ) dan Muhammad Furkhan merupakan calon penumpang pesawat yang akan berangkat dari Bandara Kualanamu menuju Bandara Soekarno Hatta dan Kejadian tersebut bermula pada saat petugas keamanan bandara Kualanamu (Avsec) mengamankan keduanya saat berada di cek point, X-Ray no 3 saat akan berangkat menggunakan pesawat menuju kota Kendari dengan barang bukti sabu-sabu seberat 1009 gram. Senin (5/10/2020).
Dari tayangan monitor komputer bahwa ada barang yang sangat mencurigakan pada tas ransel milik ke dua penumpang yang selanjutnya petugas melakukan pemeriksaan manual maka di temukan pada masing-masing tas ransel dua bungkus plastik berisi narkotika jenis sabu
Barang bukti sabu di temukan dari tas Arifuddin (39) warga Dusun Makmur, Desa Bukit Payang, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, dan Muhammad Furqan (18) warga Babah Krueng, Kabupaten Aceh Utara
Ke dua tersangka pelaku penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu seberat 1009 ( seribu sembilan gram ), merupakan warga desa Simpang Keramat, Kabupaten Aceh Utara dan warga Jalan Babahkrung, dusun Cetberiengen, kecamatan Sawang, kabupaten Aceh Utara yang telah di amankan oleh petugas keamanan bandara Kuala namu dan di serahkan kepada Ditresnarkoba Polda Sumut
Direktur Narkoba Poldasu, Kombes Pol Robert Da Costa saat dikonformasi wartawan, Rabu (07/10/2020) membenarkan pihaknya bersama petugas bandara mengamankan 2 calon penumpang pesawat membawa sabu-sabu seberat 1009 gram dan dengan kerja sama pihak kepolisian dan petugas Avsec, maka petugas mencurigai dua calon penumpang Batik Air ID – 6883 rute Kualanamu – Soekarno Hatta.
Dari hasil pemeriksaan petugas, lanjut Kombes Pol Robert Da Costa, bahwa ke dua tersangka mengaku barang bukti sabu tersebut akan di bawa ke Kendari, Sulawesi Tenggara dan keduanya mengaku menerima barang bukti sabu di daerah Binjai dan di janjikan uang senilai Rp.50 juta.
Kombes Pol Robert Da Costa lebih lanjut mengatakan bahwa saat ini ke dua warga Aceh yang kini menjadi tersangka masih dalam pemeriksaan Direktorat Narkoba Poldasu,”Polisi masih melakukan pengembangan dengan memburu tersangka lain yang menyuruh ke dua tersangka untuk mengirim sabu tersebut,” tambahnya
(Alexander/Medan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *