Diduga Tak Senang Proyek Gedung Pertemuan dan Pelatihan UMKM Aceh Tamiang Dipublikasikan

Tanggkapan layar percakapan di aplikasi WhatsApp.

Dugaan Kabid CK, Atur Siasat Busuk, Dan Gunakan Beking Recehan Beberapa Oknum Pengurus L.BPH.RI Aceh Tamiang, “Hanya Sebatas Nasi Bungkus Dan Minum Kopi” Terkesan Nilai Rendahan.

ACEH | Detikkasus.com -Sungguh sangat lucu, yang terpantau sistem kinerja oleh dilakukan pran sekenarionya terhadap pihak kalangan sejumlah wartawan media online ini. Beserta dari bidang pengurus IMI L.BPH.RI Aceh, yang sempat terjadi di pemberitaan secara publik media online.

Yang berjudul, terpantau oleh jurnalis dan bidang biro IMI L.BPH.RI aceh. Pembangunan gedung pertemuan dan pelatihan umkm, kabupaten aceh tamiang, yang usai terplaster bangunan dinding kanan, terpantau dari balok tiang yang timbul, terkesan “layaknya mencot” diduga asal jadi di kerjakan oleh pihak pelaksana rekanan kontraktor. Terbitan tanggal 09 januari 2024, beberapa hari lalu.

Diduga tidak senangnya proyek pembangunan gedung pertemuan dan pelatihan umkm kabupaten aceh tamiang, yang telah di publikasikan secara media online ini. Dugaan kepala bidang (kabid) cipta karya (ck) kantor dinas pupr aceh tamiang, atur siasat busuk dan gunakan beking recehan. Beberapa oknum pengurus L.BPH.RI komisariat daerah (komda) aceh tamiang, diduga “hanya dapat diberi makan nasi bungkus serta minum kopi bungkusan”. Terkesan nilai rendahan, terpantau secara publik, dugaan kembali.

Borok proyek pembangunan gedung pertemuan dan pelatihan umkm aceh tamiang iru, supaya tidak dapat terpublikasi lagi. Itu penilaian kabid ck “cici” kantor dinas pupr aceh tamiang . Terkesan salah tafsir alias salah minum obat, obat sakit kepala kok malah minum obat mencret.

Ketika, kalangan sejumlah wartawan media online ini. Meminta bertemu dengan “cici” kabid ck kantor dinas pupr pemkab aceh tamiang itu, melalui selular chat whatsapp selularnya tersebut. Bertujuan bersilaturahmi, malah dirinya dugaan mengatur siasat busuk kepada kalangan sejumlah wartawan media online ini. Sewaktu dilakukan jafrian dengan cara baik, dan “cici” kabid ck itu. Menyetujuinya, dengan ulasan komentarnya tersebut.

“Waalaikumussalam, Alhamdulilah baik. Bole.. kpn mau bersilahturahmi, Saya kpn aja bs bg. Ni baru siap rapat, Skr dimana mana posisi bg purba. Bole.. jam brp, Krn mau undangan juga ni.. ato say tunggu dulu. Skr aja bs bg krn jam 2 nanti undangannya, Ooo ya udah jam 2 aja ya. Krn undangan nya ada yg di langsa juga ni.. nanti aja saya pigi nya, Bentar lg sampe ni bg.. Saya lg jalan dr undangan ni ntr lg sampe,” ucapnya “cici” tersebut. Yang dugaan berlagak sok culun itu, dini hari senin 15/01/2024 sekitar pukul.14.15.wib.

Dengan tiba-tiba sepontan, yang lebih ironisnya lagi. Ada salah satu seorang berinisial “ok indra” pantauan kalangan sejumlah wartawan media online ini. Yangvdi saksikan oleh bung “ASS”, melakukan hempangan alias telah menghalang halangi kinerja media dan lembaga. Dini hari senin 15/01/2024, sekitar pukul.14.32.wib. Tepatnya di kantin kantor dinas pupr aceh tamiang, “ok indra” selaku pengurus L.BPH.RI aceh tamiang.

Berkomentar, terdengar. “Kalian tidak boleh lagi masuk aceh tamiang, karena aceh tamiang. Adalah wilayah kami, kami yang punya aceh tamiang ini.” Pungkasnya, terkesan berlagak pejabat besar saja. Pada hal. Hanya sebatas rakyat jelata tengik, bak pepatah melayu mengatakan. “Ajang ambe” dianggap dirinya aceh tamiang itu negara opungnya sendiri.

Terpantau kembali, usainya kejadian. Adanya intervensi dari pihak pengurus L.BPH.RI komda aceh tamiang. Dugaan tengik itu, parahnya lagi, “cici” pun seorang kabid ck kantor dinas pupr aceh tamiang. Diduga berdalih, untuk pertemuan secara silaturahmi yang baik itu. “Cici” menyampaikan dari pesan chat whatsapp selularnya kepada kalangan sejumlah wartawan media online ini, “Ya. Gak balek ktr lg bg ada urusan lain,” imbuhnya sepintas membatalkannya. Dengan nomor selularnya 071360xxxx75, sekitar pukul.14.53.wib.

Jelas dugaan, terpantau oleh kalangan sejumlah wartawan media online ini. Setingan “cici” diduga tidak senangnya proyek itu terpublikasikan, terkesan pula “layaknya mafia kacangan”. Dengan sistem setingan olehnya itu.

(Jihandak Belang/Team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *