Diduga Bantuan dipotong, Sejumlah Warga Penerima Bansos di Bojonegoro ini Resah.

oleh -

Detikkasus.com | Bojonegoro – Sejumlah warga desa Penganten kecamatan Balen kabupaten Bojonegoro resah. Pasalnya, Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) diduga ada pemotongan dilakukan ketua RT.

Dijelaskan, sebanyak 65 penerima BLT dan 219 penerima BST, usai terima bansos Rp.600.000,- di balai desa Penganten pada 5 juli 2020, bantuan tersebut dipotong ketua RT sebesar Rp.200.000,- alasannya untuk dibagiratakan, warga menyayangkan pemotongan dilakukan oleh oknum ketua Rukun Tetangga (RT) setelah penerima mengambil uang dari balai desa, sebagian penerima juga didatangi rumahnya oleh ketua RT untuk diminta Rp.200.000,-.

Salah satu warga yang enggan disebut namanya, saat dikonfirmasi mengaku, dirinya menerima utuh Rp.600.000,- namun diminta ketua RT Rp.200.000,-. Ia mengaku merasa sangat keberatan ada pemotongan sebesar Rp.200.000,-.

“Dipotong Rp200 ribu sama RT-nya. Ini tadi semua penerima kemarin ambil di balai desa uangnya dipotong semua,” akunya.

Di tempat terpisah, Nyamiran warga desa Penganten Rt 12 Rw 03 membenarkan adanya informasi tiap penerima bantuan BST dan BLT di potong Rp. 200 ribu oleh ketua RT, sebelumnya memang ada kesepakatan musyawarah antara warga dan pengurus RT, dana tersebut akan dipotong sebesar Rp. 200 ribu dengan alasan dibagikan pada warga yang tidak menerima bantuan. Namun, dalam musawarah itu tidak semua penerima setuju dengan pemotongan Rp 200 ribu, ketua RT memaksa. katanya lagi, hal itu sudah dikordinasikan dengan kepala desa,” dalihnya.

Sebelumnya, Nyamiran sudah pernah mengingatkan perangkat desa jangan sampai Bansos ini ada potongan dan tidak tepat sasaran, “kalau sampai terjadi ada pemotongan, tak segan segan-segan saya melaporkan kepihak berwajib,” kata Nyamiran waktu dikonfirmasi melalui WhatsApp-nya, Kamis, (26/7).

Lanjut Nyamiran, “banyak mas, warga yang bantuannya dipotong. Mestinya seikhlasnya, apa itu Rp. 50 ribu atau Rp.100 ribu saja. Ini Rp.200 ribu dipotongnya, tiap habis pengambilan,” imbuhnya.

Terpisah, kepala desa Penganten saat dikonfirmasi awak media mengatakan, mengenai bantaun tidak ada pemotongan. (Red/Sumber*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *