Diduga Asisten 2 Pemko Langsa, Bentuk Penjaringan ASN, 2 Calon Direktur  RSUD Langsa.

Dugaan Disinyalir Pembentukan, Layaknya Sistem Dinasti Kerajaan Sendiri, Yang Berbau Kolusi Dan Nepotisme Ke Militeran.

Aceh |Detikkasus.com -Akibat sudah terciumnya, dengan kalangan sejumlah wartawan media online di aceh ini. Dengan tata cara pola salah satu seorang pejabat di pemerintah kota (pemko) langsa provinsi aceh ini, yaitu adalah. Diduga asisten dua (2) sebutan panggilan “Muhammad Ali Mustafa” di pemko langsa.

Bentuk penjaringan ASN, kepada dua (2) calon untuk berkedudukan sebagai direktur rumah sakit umum daerah (RSUD) pemko langsa, masing-masing sering di sebut-sebut panggilan “Dr syarbaini. M, kes” yang kedua “Dr helmizar Fahry. Sp. OT”. Yang masih di uji assessment ada 2 kandidat (calon) melamar ke rsud kota langsa, dugaan kembali. Disinyalir pembentukan layaknya sistem dinasti kerajaan sendiri didalam tubuh pemko langsa, yang diduga berbau kolusi dan nepotisme ke militeran.

Parahnya lagi, dari pihak asisten dua (2) pemko langsa. “Muhammad Ali Mustafa ” itu, yang kemarin sempat pernah dilakukan jafrian konfirmasi (pertanyaan) melalui chat whatsapp selularnya, sesuai sempat pernah terjadi pemberitaan secara publik di media masa online di aceh ini. Yang berjudul, Empat calon kandidat, direktur “RSUD” langsa, dalam proses penjaringan “ASN” sungguh sangat di takut akan terjadi ctoriter sistem Ke melitiran terbitan pada tanggal 21 februari 2024.

Pada pemberitaan yang telah terjadi terbitan secara publik di media masa online di aceh ini, yang berjudul. Diduga asisten 2 pemko langsa, saat di tanyai oleh kalangan wartawan media online tidak ada nyali. Tertanggal terbitan berita, 24 februari 2024 beberapa hari lalu.

Ironisnya lagi, setelah di lakukan pemberitaan secara publik di media masa online di aceh ini. Ada pun dugaan di lakukan asisten dua (2) pemko langsa secara dinasti kerajaan sistem ke meliteran yang diduga dia ciptakan itu, sebagai calon direktur RSUD pemko langsa. Dugaan kembali, hanya bersifatkan kepentingan kebijakan kehendak hati pejabat itu sendiri. Demi menciptakan ATM berjalan pundi-pundi amal bejatnya pejabat tersebut di pemko langsa, disinyalir pula sistem yang dilakukan diluar peraturan pemerintahan (PP) pusat di jakarta secara nasionalisme.

Menurut, dari sudut pandang bung karo-karo. Pengurus bidang biro investigasi monitoring & intelijen (IMI) lembaga badan peserta hukum reclasseering indonesia (L.BPH.RI) komisariat daerah (komda) Langsa. Menyimpulkan, ada pun sistem dinasti kerajaan sendiri. Diduga dilakukan oleh asisten dua (2) pemko langsa, “Muhammad Ali Mustafa” tersebut yang dia ciptakan untuk calon direktur RSUD pemko langsa itu.

Menyampaikan, secara tegas. “Sungguh sangat aneh, dengan adanya kepentingan pejabat itu di pemko langsa, dia lakukan otoriter secara kebijakan kehendak hati mereka itu sendiri. Tetapi bukan dalam sistem peraturan pemerintahan di NKRI kita ini ni, diduga demi adanya ATM berjalan demi pundi-pundi amal bejatnya itu. Kami sebagai pemantau aparatur kinerja pemerintahan di indonesia termasuk kota Langsa provinsi aceh, dengan cara sistem udel mereka itu sendiri.

Dugaan sudah menyalahi aturan di pemerintahan kota Langsa, yang lebih serunya lagi. Pemerintahan kota langsa, bekerja untuk pelayanan masyarakat. Bukan untuk memperkaya diri mereka itu sendiri, pemerintahan kota langsa. Digaji dengan hasil masyarakat membayar pajak kepada negara, bukan ada opung mereka yang menciptakan gaji para pihak pemerintahan kota langsa, termasuk disebut oknum ASN”, pungkas tegasnya menyuarakan secara publik. Dini hari sabtu malam minggu 24/02/2024, sekitar pukul.19.10.wib.

(Jihandak Belang/Team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *