Data BPS: Angka Kemiskinan Kabupaten Probolinggo Tertinggi Ketiga se-Jatim | Reporter Detik Kasus Nanang.

Kraksan, Detikkasus.com – Keberhasilan pemerintah kabupaten dalam membangun kota kraksaan sebagai ibukota Kabupaten patut untuk mandapatkan apresiasi ,Kota Kraksaan dalam karun waktu15 tahun telah berubah menjadi kota yang sejajar dengan saudaranya kota Probolinggo ,berbagai prestasi serta penghagaan atas keberhasilan membangun serta tertib management Pemerintahan di setiap tahunnya sanantiasa tidak pernah luput dari penghargaan ,dibawah kepemimpinan Bupati Hj Puput Tantriana sari SE Perempuan pertama di Kabupaten Probolinggo, keberhasilan serta kesuksesan menjadikan kebanggaan warga kabupaten Probolinggo memiliki Pemipin Tegas serta sangat religius ,,namun dibalik keberhasilan dalam membangun kota Kraksaan Bupati probolinggo tentang Kemiskinan serat pembangunan infrastruktur terutama jalan yang berada di ujung kabupaten seperti wilayah Kecamatan Tiris,Kec Sumber masih menjadi pekerjaan rumah di Kabupaten Probolinggo yang tak kunjung tuntas. Bahkan, tahun ini Kabupaten Probolinggo terdaftar sebagai daerah termiskin ketiga di Jawa Timur, setelah Sampang dan Bangkalan. Dari data yang berhasil dihimpun Detik Kasus angka penduduk miskin di Kabupaten Probolinggo sempat menurun pada 2012-2014. Pada 2012 tercatat ada 247.600 warga miskin atau 22,15 persen dari jumlah total warga Kabupaten Probolinggo. Angka ini menurun pada 2013 (237.800 atau 21,12 persen) dan pada 2014 (231.920 atau 20,44 persen).Namun, pada 2015 jumlah warga miskin naik menjadi 236.960 jiwa atau 20,82 persen. Tahun 2016, juga makin meroket menjadi 240.470 jiwa atau 20,98 persen.Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabuapten Probolinggo Djudjuk Widhilaksana, tak menampik bertambah tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Probolinggo. Yaitu, mencapai sekitar 240.470 jiwa. Menurutnya, masalah kemiskinan merupakan masalah yang kompleks dan bersifat multidimensional. Semua itu berkaitan dengan aspek sosial, ekonomi, budaya, dan aspek lainnya. “Penduduk miskin di Kabupaten Probolinggo pada Maret 2016 dibandingkan Maret 2015, naik 0,16 persen. Yaitu, dari 20,82 persen pada Maret 2015 menjadi 20,98 persen pada Maret 2016,” ujarnya. Djudjuk mengatakan, garis kemiskinan atau tingkat minimum pendapatan yang dianggap perlu dipenuhi untuk memperoleh standar hidup yang mencukupi juga meningkat. Peningkatan itu terjadi pada Maret 2015 sampai Maret 2016. Saat itu, garis kemiskinan meningkat 5,22 persen atau naik Rp 18.518 per kapita per bulan. Per Maret 2015 Rp 355.051 per kapita menjadi Rp 373.569 per kapita per Maret 2016. Berdasarkan komoditas makanan, ada 7 komoditas yang secara persentase memberikan kontribusi yang cukup besar pada garis kemiskinan makanan. Meliputi, beras, rokok kretek filter, daging sapi, gula pasir, telur ayam ras, tempe, dan tahu. Komposisi itu terjadi pada semua wilayah baik di pedesaan maupun perkotaan,” jelasnya. Sedangkan, Kepala Dinas Kominfo, Statistik, dan Persandian Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo mengatakan, pihaknya sudah berusaha menuntaskan masalah kemiskinan. Mulai memberikan bantuan sosial berbasis masyarakat yang bersifat mengurangi beban hidup masyarakat. Seperti, memberikan jaminan kesehatan, beasiswa pendidikan bagi masyarakat miskin, memberikan beras untuk masyarakat miskin, program keluarga harapan. Serta, meningkatkan pendapatan warga dengan bantuan pelatihan, peralatan, dan modal. Menurutnya, penurunan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Probolinggo lebih besar dibanding se-Jatim. “Pemerintah daerah sudah berbuat dan berusaha keras. Kinerja Pemda dalam pengentasan penduduk miskin setahun lalu ditunjukkan dengan menurunnya P1 (kedalam kemiskinan) dan P2 (indeks keparahan kemiskinan) beberapa bidang yang secara langsung bertalian. Di antaranya, bidang ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, dan ketahanan pangan,” ujarnya. (nn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.