Cegah Kemacetan di Hari Lebaran Pengunjung Pusat Oleh-oleh Ketapang Harus Parkir di Batas Kota, Detik Kasus Probolinggo mengabarkan.

oleh -

Probolinggo kota, Detikkasus.com – Pengamanan arus mudik dan balik Lebaran, terus dimatangkan di Kota Probolinggo. Tidak hanya menyiapkan jalur alternatif dan sejumlah pos, rekayasa lalu lintas (lintas) juga dilakukan. Salah satunya, menetapkan parkir kendaraan pembeli tape di luar batas kota. Aturan ini diputuskan dalam rapat koordinasi (rakor) Operasi Ramadniya Semeru 2017 yang digelar di Mapolresta untuk pengamanan Idul Fitri. Rakor dilakukan bersama para pengusaha dan pedagang tape di ruang ramah tamah Mapolresta. Rakor menyepakati, mulai H-7 sampai H+7 Lebaran, kendaraan pembeli tape di pusat oleh-oleh Ketapang, harus parkir di luar batas kota. Secara teknis, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal menjelaskan, bus atau kendaraan pribadi, boleh menurunkan penumpang di pusat oleh-oleh. Setelah itu, kendaraan harus parkir di sebelah barat pusat oleh-oleh. “Jadi, nanti kendaraan hanya berhenti sebentar untuk menurunkan pengunjung. Selanjutnya akan diarahkan ke lokasi parkir yang telah disediakan,” terangnya. Aturan ini sekaligus menganulir kesepakatan sebelumnya agar pedagang tape membuat selebaran atau brosur tape untuk dibagikan ke penumpang bus. Pedagang, menurut Kapolresta, keberatan dengan cara ini. Mereka khawatir aktivitas itu berbenturan dengan pedagang asongan di bus. “Selain mempertimbangkan dan mengatasi trouble spot dan black spot, pedagang juga harus dipertimbangkan. Sebisa mungkin tidak mengganggu aktivitas perekonomian. Jadi, cara ini kita pilih,” imbuhnya. Ningsih alias Saila, salah satu pedagang tape sempat keberatan dengan kebijakan itu. Ningsih yang ikut rakor khawatir, tidak ada pembeli yang datang ke warungnya. Namun, dia akhirnya memaklumi setelah mendapat penjelasan. Menurutnya, kemacetan sebenarnya tidak hanya disebabkan oleh kendaraan yang parkir di depan pusat oleh-oleh Ketapang. Namun, juga karena parkir kendaraan milik pembeli di utara jalan. Di utara jalan, menurutnya, banyak warga yang berjualan aneka menu takjil di trotoar. Para pembeli pun parkir di utara jalan, sehingga membuat lalu lintas macet. “Bukan hanya mobil, tapi sepeda motor banyak yang parkir di utara jalan dan membeli makan dan minuman yang ada di trotoar. Hal ini yang juga membuat macet,” terangnya

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.