Bupati Lindra Matangkan Konsep Rencana Pembangunan 3 Sektor Prioritas

Detikkasus.com | Tuban – Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, SE., mengadakan rapat koordinasi dengan jajaran Bappeda dan BPPKAD untuk mematangkan konsep dan alokasi anggaran pada perencanaan pembangunan di Kabupaten Tuban, Kamis (24/06/2021).

Penyusunan perencanaan mencakup timeline pelaksanaan terhadap program prioritas. Sedangkan program prioritasnya bidang infrastruktur, pendidikan, dan bidang kesehatan.

Mas Lindra menegaskan, akan segera turun ke desa mengetahui kondisi jalan secara riil. Selanjutnya akan dilakukan penetapan skala prioritas pembangunan jalan dengan mempertimbangkan status Jalan, Baik, Sedang dan Rusak.

Baca Juga:  Pemkab Tuban Segera Validasi Data, Bupati : Bila Perlu, Kami Gandeng Pakar Epidemologi

“Peningkatan kualitas infrastruktur jalan menjadi salah satu program prioritas dan menjadi kebutuhan masyarakat Tuban saat ini,” ungkapnya.

Selain peningkatan kualitas jalan, Pemkab Tuban berkomitmen menanggulangi bencana banjir yang acap kali melanda di beberapa desa, terutama di tepian Sungai Bengawan Solo, dan Kali Kening.

Baca Juga:  HJT Ke-727, Bupati Huda Ajak Masyarakat Jaga Keharmonisan

Pada bagian lain mas Lindra juga mengungkapkan, peningkatan mutu pendidikan akan ditunjang dengan sarana prasarana pendidikan yang representatif. Di samping itu, perlu adanya pengelolaan anggaran guna menyediakan penyelenggaraan pendidikan yang tidak membebani wali siswa karena biaya tambahan dari pungutan maupun iuran.

“Pemkab Tuban harus bisa menyediakan pendidikan yang bermutu, dan tidak memberatkan orang tua karena biaya,” ungkapnya.

Baca Juga:  Awal Tahun 2024! IAIN Pontianak Tambah 1 Guru Besar atau Profesor Publish

Sementara itu untuk bidang kesehatan, Pemkab Tuban akan membangun Ruang Persalinan dan kelengkapannya di 15 Puskesmas, dan Ruang Pemeriksaan di 28 Puskemas. Juga dilakukan meningkatkan dan perawatan infrastruktur kesehatan lain di 33 Puskesmas.

Tersedianya ruang bersalin yang representatif akan menekan angka kematian ibu dan bayi. Sekaligus perwujudan peningkatan kualitas kesehatan dan pengembangan sumberdaya manusia. (Imm/mct*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *