Bupati Irdinansyah Rasakan Kedekatan Dengan Masyarakat Ketika Sahur Bersama | Detik Kasus Sumbar, Meriyanto.

oleh -

TANAH DATAR, Detikkasus.com – Memanfaatkan momen ramadhan 1438 H, Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi gencar turun ke nagari dan jorong se Tanah Datar. Hal itu ia lakukan untuk meninjau dan merasakan langsung kehidupan masyarakat seraya melihat bagaimana pelaksanaan ibadah shalat magrib dan tarawih kemudian dilanjutkan dengan menggerakan shalat subuh berjamaah.

Kamis (15/06) Bupati Irdinansyah laksanakan safari ramadhan di Masjid Baiturrahim jorong Kubang Landai Nagari Saruaso Kecamatan Tanjung Emas.

Dalam safari ramadhan, Bupati menyerahkan bantuan untuk masjid uang tunai Rp.10 juta, 10 buah Al Qur’an dan 1 paket bacaan didampingi Kepala Inspektorat Altri Suandi, Kabag Humas Syahril, Kabag Kesra Afrizon, Camat Tanjung Emas Abramis Yuzi, Forkopimca, Wali Nagari dan jorong.

Dalam sambutannya Bupati memaparkan latar belakang ia bersama Wabup Zuldafri Darma menjadikan bidang keagamaan sebagai salah satu program unggulan ataupun prioritas. “Kita ingin ciptakan generasi muda yang hafizh Al Qur’an, karena dengan hafizh akan menunjukan bahwa ia pintar dan mempunyai akhlak mulia, apalagi perguruan tinggi ternama di Indonesia bahkan berusaha merangkul para hafizh untuk bergabung di perguruan tingginya”sampai Irdinanyah.

“Beberapa hari kemaren kita hadirkan dua bocah hafizh Kamil dan Akbar yang kemampuan bisa dikatakan sebuah anugerah terindah dari Allah, karena ia bagai mesin google nya Al Qur’an, tidak hanya hafal, keduanya mampu menebak urutan ayat, surah, halaman dan bahkan susunan letaknya di tiap lembar. Kita hadirkan untuk motivasi dan contoh bagi kita semua” ujar terang Bupati.

Selesai safari ramadhan, Bupati bermalam di rumah penduduk setempat dan dilanjutkan dengan sahur bersama masyarakat miskin di Jorong Kubang Landai, Jum’at (16/6/2017).

Kediaman pasangan Nefi (27) dan suaminya Osin Harahap (28) hidup dalam sebuah rumah ukuran 4×6 bersama orang tua dan seorang anaknya Yesi (6) menjadi tempat Bupati Irdinansyah laksanakan sahur hari itu.

Kepada Bupati, Nefi sampaikan sang suami bekerja menjadi kuli harian di Palembayan Bukittinggi. “Uda bakarajo di Bukik pak, pulang kadang sakali limo baleh hari, sahari-hari kami dikawani amak” ujar Nefi.

Nefi menambahkan untuk menyambung hidup selama suaminya berkerja, iapun bekerja sebagai pengembala kambing dengan sistem bagi hasil. “Alhamdulillah masih ada tetangga yang mau memakai jasa saya untuk mengembala ternaknya walaupun dengan bagi hasil” ujar Nefi yang katanya ia memperoleh bantuan sosial berupa beras rastra dan BPJS.

Dalam kunjungannya untuk sahur bersama masyarakat Bupati Irdinansyah menyampaikan permohonan maaf kalau pihak keluarga terkejut atas kedatangannya “Ini semata-mata saya laksanakan untuk rasakan secara langsung kehidupan masyarakat di tingkat bawah dan saling berbagi dalam bulan yang penuh rahmat ini, sekaligus mendengarkan kritik, saran dan permasalahan yang ada” sampainya.

Selepas sahur bersama, Bupati Irdinansyah menyerahkan 10 Kg beras untuk dikonsumsi dan bantuan uang tunai. “Semoga dengan bantuan ini, bisa sedikit meringankan beban Nefi sekeluarga di sisa ramadhan, dan bantuan uang bisa dimanfaatkan dalam menyambut hari raya” ujar Bupati dan sekaligus pamit untuk subuh berjamaah di masjid Baitul Ulum jorong Sungai Salak Nagari Koto Tangah Kecamatan Tanjung Emas.

Dalam subuh jamaah, buya Afrizon yang juga Kabag Kesra menyampaikan Tausyiah keunggulan dan manfaat dari shalat Subuh. “Shalat subuh satu-satunya shalat yang tidak bisa di jamak, laksanakan shalat subuh berjamaah akan menyehatkan badan dan bahkan membuka rezki yang melaksanakannya” ujarnya.

Bahkan Afrizon mencontohkan, betapa negara Turki yang awalnya hanya negara biasa saja, berkat perdana menterinya yang menggalakkan shalat subuh berjamaah, sekarang sudah menjadi negara nomor 6 terkuat di dunia, sampainya.

Sejalan dengan Afrizon, Bupati Irdinansyah gerakan subuh mengaji merupakan sebuah program untuk menggugah masyarakat agar mau meramaikan masjid, terutama dalam ibadah shalat subuh. “Seperti yang dipaparkan buya Afrizon, manfaat shalat subuh berjamaah sangat banyak sekali dan muara yang diharapkan adalah terciptanya masyarakat tanah datar yang beriman dan madani” ujarnya.

Irdinansyah menambahkan, program tahfizh yang sedang digalakkan ditunjang dengan pendirian pondok tahfizh sebagai wadah bagi anak generasi muda untuk belajar hafizh. “Sampai saat ini sudah ada 52 pondok tahfizh se Tanah Datar, harapan kita nantinya di setiap nagari ada 1 pondok sehingga minimal jumlahnya ada 75 buah” terangnya.

Bupati Irdinansyah mengatakan, beberapa sektor lainnya sudah ditingkatkan. “Di bidang tenaga pengajar kita sudah melakukan sertifikasi sebanyak 2163 guru TPA/TPSA dimana nantinya setiap 1 orang guru berkewajiban melahirkan minimal 3 orang hafizh atau hafizhah, dan kalau ini pelaksanaannya sesuai harapan, tentu cita-cita menjadi Kabupaten Tahfizh dapat dicapai, namun yang paling utama sekali adalah peranan orang tua untuk mendorong anaknya agar mau hafizh Al Qur’an” pungkasnya.

Selepas subuh berjamaah, Bupati Irdinansyah mengunjungi rumah keluarga miskin di jorong Sungai Salak dan menyerahkan bantuan 10 kg beras dan uang tunai. (Tim).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.