Bupati Irdinansyah Luncurkan Program Gapura Mantap | Detik Kasus Sumatera Barat.

Tanah Datar, Detikkasus.com – Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi secara resmi meluncurkan Program Gapura Mantap yakni Gerakan Pugar Rumah Masyarakat Tidak Mampu Kabupaten Tanah Datar di rumah salah seorang warga di Jorong Sijangek Nagari Simpuruik Kecamatan Sungai Tarab, Jum’at (30/06).

ALaunching Gapura Mantap ditandai dengan bhakti bedah rumah bantuan perantau Tanah Datar yang dilakukan secara serentak di 14 kecamatan Kabupaten Tanah Datar.

Bupati dalam kesempatan itu menjelaskan program rehab rumah tidak layak huni lahir saat turun ke nagari-nagari menyaksikan secara langsung masih banyak rumah masyarakat yang kondisinya memprihatinkan.

“Saat saya bermalam di nagari melalui kegiatan sehari berkantor di nagari, ketika keliling ke jorong-jorong, masih banyak ditemui keluarga yang tinggal di rumah dengan kondisi yang memprihatinkan,” kata bupati.

Di nagari Koto Laweh, saat mampir ke rumah seorang warga miskin bernama Sunaryati (82), Bupati Irdinansyah terlihat sedih. Dia tak menyangka, wanita renta yang nyaris tak bisa mendengar lagi bertahan hidup dalam kenelangsaan bersama anaknya bernama Mukhlis yang nyaris lumpuh dan mengalami keterbelakangan mental. Kondisi memprihatinkan ini ditambahkan dengan kondisi rumah tua yang ditempati bocor di sana sini. Situasi ini juga ditemui di beberapa nagari yang sudah dikunjungi Bupati.

“Melihat kondisi itulah, pemerintah daerah berupaya membantu rehab rumah tidak layak huni yang ada di Tanah Datar,” sebut bupati.

Lebih lanjut disampaikan berdasarkan hasil pendataan ada 3.564 rumah tidak layak huni di Tanah Datar dengan kategori berat, sedang dan ringan. “Untuk itu dengan memanfaatkan seluruh potensi yang ada kita berusaha dalam kurun 5 tahun ini melalui Program Gapura Mantap menjadi jawaban terhadap perbaikan rumah tinggal masyarakat miskin,” janji bupati.

Sebagaimana disampaikan pada tahun 2017 ini akan dilaksanakan rehab rumah sebanyak 650 buah rumah dengan anggaran lebih kurang Rp. 8 Milyar yang tersebar di 75 nagari dengan sumber pembiayaan APBN, DAK Nagari, Baznas, Perantau dan sumber lainnya. Untuk APBD Tanah Datar sendiri akan dianggarkan 2 buah rumah per nagari atau sebanyak 150 rumah pada tahun 2018.

“Hari ini menjadi momentum awal Program Gapura Mantap dilaksanakan, perantau tidak hanya sekedar pulang kampung tahun ini, namun mengantarkan bantuan rehab rumah bagi 14 rumah tidak layak huni di masing-masing kecamatan,” sebut bupati.

“Atas nama masyarakat dan pemerintah daerah, kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan dukungan perantau terhadap program pemerintah, mudah-mudahan terus berlanjut bahkan meningkat di masa datang dengan berbagai program sosial lainnya,” kata bupati lagi.

Sementara Ketua KKTD Jabodetabek yang juga telah ditunjuk sebagai Ketua Presidium Bakor KKTD Nasional Dr. Yuherman didampingi Ketua Pulang Basamo Joni Sastra mengungkapkan keinginan perantau membantu rehab rumah sudah ada sejak lama dan ketika dikoordinasikan dengan pemerintah daerah ternyata pemerintah daerah punya program yang sama.

“Ini sebagai bentuk berbagi antara saudara di rantau dengan saudara yang ada di kampung halaman, jangan lihat dari jumlah uang yang diberikan tetapi lihatlah sebagai tali pengikat silaturahim antar sesama saudara,” harap Dr. Yuherman.

“Mudah-mudahan apa yang disumbangkan hari ini menjadi penambah motivasi bagi perantau bisa berbuat lebih banyak lagi dan lebih bermanfaat bagi sanak saudara di kampung halaman,” kata Yuherman.

Joni Sastra menambahkan bantuan rehab rumah yang diterima Zulkarnaini tidaklah dalam bentuk uang tunai tetapi dititipkan di Toko Bangunan terdekat dalam bentuk barang dengan nilai Rp. 10 Juta dan dapat diambil sesuai kebutuhan. “Agar hasilnya lebih maksimal serta menunjukkan kepedulian antar sesama saudara, pengerjaan rehab rumah kalau bisa secara gotong royong,” pesan Joni Sastra

Zulkarnaini (42 th) yang penerima bantuan sehari-hari bekerja sebagai buruh tani memiliki istri Misnalhayati (35 th) dengan 2 orang anak, Idris (10 th) dan Rahma (14 th) tinggal di rumah kayu berukuran 4 x 6 m. “Tarimo kasih ka apak-apak perantau alah mambantu kami, murah juo rasaki, siyaik-siyaik juo badan apak-apak kami ko handaknyo (terima kasih kepada bapak perantau, mudah-mudahan diberi rezeki yang lapang dan kesehatan),” ucap Zulkarnaini haru.

Turut hadir pada kesempatan itu Anggota DPRD Syahrial, Kadis PU Thamrin, Kadis Kominfo Erizal Ramli, Kabag Humas dan Protokol Syahril, Kakankesbangpol Irwan, OPD, Camat Sungai Tarab Riswandi, Forkompinca dan Walinagari Simpuruik Dalius. (Meriyanto).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *