BH Diduga Pelaku Penganiayaan Berencana Pakai Alat Kepada Yaaro Harefa

Detikkasus.com | Nias – Pada hari jumat(30/8/2019) Korban penganiayaan atas nama Yaaro Harefa alias ama darman(53 tahun, kristen, petani) alamat desa Sihare’o I Tabaloho Kecamatan Gunungsitoli Selatan telah melapor di SPKT Polres Nias pada hari Sabtu, tanggal 3 Agustus  2019 dengan Nomor: STLP/247/VIII/2019/NS diduga dilakukan oleh Bazatulo Harefa alias ama.Darsan(BH), papar anak korban/ pelapor: Berkat Kristianus Harefa alias Berkat kepada wartawan detik kasus.com.

 

SPKT Polres Nias Kepala Kepolisian resort Nias Banit SPKT-C: Brigadir Julisman SM.Situmorang dalam STPLP menjelaskan” melaporkan bahwa telah terjadi peristiwa/perkara: melakukan dengan kekerasan dan atau penganiayaan” pada hari Sabtu, 3 Agustus 2019 didesa Sihareo I Tab Kec Gunungsitoli Selatan.

Baca Juga:  Direktur RSUD Gunungsitoli Sebut Tunda Layanan Karena Klaim Anggaran Belum Dilunasi Pihak BPJS.

 

Korban FN menderita luka parah akibat dibacok dibagian kepala dan ditombak dibagian dada, mengakibatkan di sekujur tubuhnya berlumuran darah, korban pingsan tak berdaya, usai pelapor kepada media.

 

Tambahnya, Pelaku BZ awalnya diduga  berencana menunggu serta menghadang korban dalam kebun, kemudian tombak bambu pelaku ditancapkannya didada korban, dan selanjutnya pelaku membacok sebanyak dua kali kepala korban Yaaro Harefa.Korban berusaha melarikan diri dan setelah sampai dirumah kepala dusun Sihareo I, korban terkapar berlumuran darah dan jatuh pingsan, ungkapnya.

Baca Juga:  RDP Diusulkan Warga di DPRD Kota Gusit Terkait Tembok Penahan Tutupi Rumah Warga.

 

Tanggapan Kuasa hukum Pelapor,  Elyder & Rekan atas nama : Elifama Zebua, SH dan Budieli Dawolo, SH mengatakan”Karena pelaku tidak memukul secara fisik, tapi menggunakan alat berupa parang dan tombak, itu sudah penaniayaan berencana. Perbuatan tersebut dapat disangkakan KUHPidana 355( ayat 1)Jo 170 ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Baca Juga:  Diduga Cemarkan Nama Baik Sekolah MIN Tohia Gunungsitoli, Kepsek Lapor di Polres Nias.

 

Harapan keluarga korban/pelapor( YH) kepada penegak hukum semoga penyidikan kasus sampai kepengadilan sebagai wujud penegakkan Hukum di NKRI, dan para pelaku kekerasan ini dapat diproses kejaksaan dan pengadilan sehingga supermasi hukum tepat kepada para oknum pelaku kejahatan dengan kekerasan (Suar NW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *