Banyak Proyek di berapa OPD jadi Sorotan, Publik nilai Tidak Skala Prioritas, Ini Membuktikan Kesenjangan Infrastruktur

Tanjab Barat l Detikkasus.com – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat melalui berapa dinas terkait terkesan saling berlomba-lomba membangun ataupun merenovasi sarana dan prasarana gedung kantor di tempat mereka bekerja.Namun di sisi lain masih banyak akses jalan dalam kota, Desa dan sarana pendidikan yang dalam kondisi rusak.

Bedasarkan data yang dihimpun media melalui portal LPSE Kabupaten Tanjung Jabung Barat di tahun anggaran 2024 ini saja.

Baca Juga:  Masyarakat Desa Rawang Kempas, Optimis Inginkan Kasmin Kembali Mimpin

Tercatat ada berapa kegiatan proyek yang sudah di lelang, seperti peningkatan halaman kantor Bappeda dengan nilai anggaran Rp 900 juta APBD 2024,Rehab berat mushola RSUD Daud Arif Kualatungkal senilai Rp 1,200 M,  penimbunan halaman kantor inspektorat senilai Rp 1,300 M , renovasi ruang kerja kadis PUPR Senilai Rp 500 juta,rehab berat workshop dan Labor PUPR senilai Rp 1.500 M, pemeliharaan peningkatan stadion Bhakti karya Kualatungkal (persitaj) Senilai Rp 1,400 M, pembuatan interior dan fasilitas pendukung lainnya gedung pemda senilai Rp 500 juta.

Baca Juga:  Kantor Lurah Tutup Jam Kerja, Wabup dan Camat Tegaskan akan Segera Kita Panggil

Ketua LPA2DP Kabupaten Tanjung Jabung Barat Mukhtar AB mengatakan, kesenjangan pembangunan infrastruktur jalan masih dirasakan masyarakat lantaran masih banyak jalan-jalan yang belum tersentuh pembangunan. pemerintah seharusnya memiliki skala prioritas dalam pembangunan.

Mukhtar AB pun menyinggung pembangunan di berapa dinas. Padahal, ia menyebut, ada banyak prioritas yang bisa dilakukan dengan anggaran mencapai ratusan juta dan miliyaran tersebut.

Baca Juga:  Penggeledahan Rutin Blok Hunian Lapas Pamekasan

Lelaki yang akrab dan di kenal Mukhtar AB ini juga meminta agar pelaksanaan musyawarah perencanaan dan pembangunan (musrenbang) pada tahun mendatang dapat lebih selektif.

Ia menjelaskan, pemerintah baik eksekutif dan legislatif harus lebih cermat dalam mengusulkan prioritas kegiatan. harus bisa memilih skala prioritas yang memiliki dampak langsung kepada masyarakat,”tuturnya. (BeN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *