Artikel tentang dampak covid 19 terhadap UMKM

oleh -

Oleh : Reza Bagus Valentino
Nim : 202010160311070
Kelas : Management N
Artikel tentang dampak covid 19 terhadap UMKM
Detikkasus.com | Penemuan virus baru pada tahun 2020 di Wuhan China sangat menggegerkan dunia. Virus yang bernama COVID 19 ini sangat mudah menyebar sehingga menjadikan sebuah pandemic di tahun 2020 sampai sekarang. Berbagai cara penelitian terhadap virus ini sangat menggebu gebu. Banyak kongsi kesehatan saling berlomba untuk menemukan penangkal atau vaksin dari virus ini. Pada akhirnya beberapa Negara sudah menemukan penangkalnya. Tapi diluar ekspektasi, Virus ini sudah memutasi dirinya. Sehingga protocol kesehatan untuk masyarakat diperketat lagi. Semua kegiatan masyarakat sangat dibatasi dan diawasi sehingga banyak menimbulkan dampak negative pada berbagai sector di masyarakat.
Di Indonesia sendiri total kasus pada detik pembuatan artikel ini sudah menyampai 940 rb dengan keterangan sembuh 764 rb dan meninggal dunia 26.857 jiwa. Pada faktanya covid 19 atau masyarakat menyebutnya dengan corona ini, tidak hanya membunuh manusia tetapi juga membunuh kehidupan bumi. Hampir seluruh sector kehidupan manusia terdampak, tak hanya kesehatan. Sector ekonomi bahkan juga pendidikan mengalami dampak serius akibat pandemic virus covid 19 ini. Grafik perekonomian Indonesia menurun drastic akibat pandemic ini. Banyak masyarakat yang mengeluh dan terhenti usahanya karena pandemic ini. Tak sedikit para pelaku umkm menyerah dan menggulungtikar diawal perang.
UMKM merupakan sector terbesar penyanggah perekonomian Indonesia. Sekitar 31.444 UMKM dari kurang lebih 64,2 juta UMKM ditanah air terkena dampak corona. Krisis keuangan saat pandemic mengakibatkan mereka sulit membayar sewa tempat atau bahkan membayar para pekerja. Akibatnya banyak pengusaha umkm memutar otaknya agar masih bisa bertahan. Banyak pekerja disector umkm di PHK. Maka dari itu, pemerintah menganggarkan dana sekitar 2 Triliun untuk melakukan stimulus pada UMKM. Dan diperkirakan bantuan umkm akan cair lagi di tahun 2021 ini. Bahkan kabar terbaru dari dampak pandemic ini terjadi di jabodetabek, yaitu dengan 20 ribu warteg gulung tikar didaerah tersebut.
Tetapi tidak hanya dampak negatif aja yang terjadi akibat pandemic ini. Menurut, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCPEN) Airlangga Hartarto, menargetkan ada penambahan jumlah pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang go digital atau terintegrasi dalam sistem elektronik. Tidak hanya itu, banyak eksportir baru yang lahir dimasa pandemic ini. Banyak beberapa pelaku umkm memanfatkan keadaan ini dengan menjual produk yg sangat kita butuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *