APBD Labuhanbatu Defisit, Bappeda Lakukan Kegiatan Workshop di Balige Toba

Labuhanbatu I Detikkasus.com – Senin (15/08/2022). Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Labuhanbatu Tahun Anggaran 2022 sudah memasuki Semester Ke-II masih mengalami defisit anggaran, sehingga akan dilakukan pengurangan anggaran biaya kisaran 25% dari seluruh anggaran organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Labuhanbatu.

Defisit APBD tersebut berarti Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu mengalami Pendapatan, lebih rendah dibanding Belanja sehingga diperkirakan tidak mampu membiayai program dan kegiatan yang sudah ditetapkan didalam Perda APBD Kabupaten Labuhanbatu Tahun 2022.

Biasanya kalau sudah begitu keadaannya, maka sebaiknya yang dilakukan adalah pengurangan belanja pada OPD, Kenapa Workshop dan Finalisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), tidak diadakan atau dilaksanakan diwilayah Labuhanbatu kan sayang uangnya malah pindah ke Daerah lain Balige Toba, sebut nara sumber disalah satu pakter tuak.

Sangat aneh cara pikir cara pandang pejabat Pemkab Labuhanbatu melalui Bappeda Labuhanbatu, melakukan Workshop dan Finalisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2021-2026 dan Renstra OPD. Serta Sosialisasi SIPD Bappeda Kabupaten Labuhanbatu di Labersa Hotel Convention Centre Balige Toba.

Memakan waktu 13 Hari atau dari Tanggal 10 s/d 23 Agustus 2022, dengan jumlah 110 peserta dari semua OPD Labuhanbatu serta menghadirkan 3 (tiga) orang nara sumber dari Kemendagri. Pastinya sangat tidak sedikit anggaran belanja yang dipergunakan Bappeda, sebut sumber sambil meminum sisa tuak yang ada di gelasnya.

Sekelas kepala Bappeda masih sanggup melaksanakan kegiatan keluar labuhanbatu dengan memakai anggaran labuhanbatu sementara pendapatan daerah sendiri dinilai defisit. Berapa uang apbd labuhanbatu habis untuk acara dihotel Labersa yang mewah itu? belum lagi biaya perjalanan dinas 110 peserta dari masing-masing OPD.

Kalau diLabuhanbatu saja dilaksanakan workshop itu kenapa rupanya, kan uangnya bisa berputar disini dan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Pajak Hotel dan Restoran, ini kok menambah PAD Kabupaten Toba Samosir sementara PAD Labuhanbatu diperkirakan defisit, aneh cara berpikirnya yah, jelas jek sambil ngakak.

Katanya juga dalam acara itu ada hadir 3 (Tiga) orang Pejabat Kementerian Dalam Negeri sebagai Nara Sumber, kan sayang uang labuhanbatu yang memberi honor narasumber mereka tetapi wilayah daerah samosir yang dilihatnya, kalau mereka kelabuhanbatu kan bisa pejabat kemendagri itu melihat potensi Labuhanbatu.

Seperti melihat lahan sawah di Sei Jawi-jawi, Pantai Kahona dan rencana program Panai Natural dan Historical Park Labuhanbatu yang pernah digagas Kepala Bappeda Labuhanbatu, ini Kemendagrinya kok digiring ke daerah lain, jadi sor kita melihat cara berpikir pejabat Labuhanbatu kita ini bah.

Kalau uang pribadi tadi yang digunakan mereka kita ngak peduli lah, tapi kalau uang APBD yang dipakai dan APBDnya juga di isukan defisit, sudah perlu juga dipertanyakan kecintaan mereka terhadap Daerah Labuhanbatu ini bah. Sebut sumber sambil menghabiskan sisa tuak yang ada di gelasnya.

Menyikapi rumor APBD Labuhanbatu Defisit Bappeda malah adakan workshop diwilayah Balige Tobasa, melalui whatsAAp awak media sudah mengkonfirmasi inisial HR Kepala Kantor BAPPEDA. Akan tetapi hingga kini beliau sama sekali tidak ada memberikan tanggapannya, hingga kabar ini akhirnya dikirim ke Redaksi.

(J. Sianipar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.