Aktivitas Tambang Timah Diduga Ilegal Beroperasi di Desa Silip, Limbah Tailing Dibuang di DAS

Riau Silip l Detikkasus.com – Aktivitas Tambang Timah diduga ilegal beroperasi di belakang kebun sawit dan Limbah Tailing di buang di DAS Desa Silip Dusun Silip Kecamatan Riau Silip kabupaten Bangka provinsi kepulauan Bangka Belitung.

Dari pantauan Awak media Kamis (23/12/2021) Pukul 13.35 Wib.

Video

Nampak beberapa mesin TI Dompeng dan PC mini Merek Kobelco warna hijau lagi beraktivitas di belakang kebun sawit dan parahnya lagi limbah tailing nya di buang di DAS ( Daerah Aliran Sungai) sampai alur sungai sampai tertutup limbah tailing nya .

Awak media langsung mendatangi salah satu warga sekitar namanya tidak mau disebutkan “mengatakan bahwa yang punya tambang itu pak Atet orang Sungailiat dan Sawit juga punya pak Atet tambang itu berjalan udah lama pak ucapnya.

Bijih timah yang harganya kian meroket tinggi hingga membuat penambang pasir timah tidak memikirkan dampak akibatnya dimana Bulan Desember ini Musim hujan ditakutkan bisa terjadinya longsor dan banjir.

Konfirmasi Camat Riau Silip lewat WhatsApp dan kirim Sherlock lokasi tambang udah di lihat Centang biru dua tapi tidak ada jawaban .

Awak media sudah Konfirmasi ke KASAD Satpol PP Kusyono lewat WhatsApp dan juga mengirim lokasi tambang tersebut akan tetapi tidak ada jawaban. sehingga berita ini di tanyangkan pihak media masih terus berusaha konfirmasi.

Berdasarkan UU, membuang limbah ke Sungai dijerat dengan 60 jo. Pasal 104 UU PPLH sebagai berikut:
Pasal 60 UU PPLH.

“Setiap orang dilarang melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin”

Pasal 104 UU PPLH:

“Setiap orang yang melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah)”.

Mengacu dalam peraturan Presiden RI Undang -undang No.3 Tahun 2020 tentang Perubahan Undang-Undang No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.
Pasal 161 Berbunyi:
“Setiap orang yang menampung, memanfaatkan, melakukan, pengelolahan dan/atau pemurnian, pengembangan dan/atau pemanfaatan, pengangkutan, penjualan Mineral dan /atau Batubara yang tidak berasal dari pemenang IUP, IUPK, IPR, SIPB atau izin sebagaimana dimaksud dalam pasal 35 ayat (3) huruf c dan huruf g. Pasal 104,atau pasal 105 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan Denda paling banyak Rp100.000.000.000.00 (seratus milyar rupiah).

Dengan adanya Tambang Timah diduga illegal yang beroperasi di belakang kebun sawit di Desa Silip Dusun Silip Kecamatan Riau Silip awak media meminta pihak APH untuk menindak tegas. (Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *