Akibat Pemblokiran ATM, Ratusan Penerima Bantuan UMKM Gruduk Bank BNI Pringsewu

oleh -

PRINGSEWU, Detikkasus.com – Usaha mikro kecil menengah atau adalah istilah umum dalam khazanah ekonomi yang merujuk kepada usaha ekonomi produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh Undang-undang No. 20 tahun 2008.

Adanya persoalan bantuan UMKM di kabupaten Pringsewu menuai banyak permasalahan, pada hari ini penerimaan bantuan UMKM terjadinya masa yang mendatangi bank BNI, akibat pemblokiran ATM dari penerima bantuan UMKM, mereka bersama sama meminta pihak bank melakukan pembukaan dari pemblokiran tersebut, agar bantuan UMKM bisa di cairkan. Senin (19/04/21).

Beberapa penerima UMKM, salah satunya Rosida warga pekon Way Kunyir kecamatan Pantura kabupaten Pringsewu menceritakan kepada awak media “Tujuan saya mendatangi pihak bank BNI untuk menanyakan bantuan UMKM atas nama saya sendiri, namun hasil dari pihak bank BNI menyatakan bukan saya penerimanya, sungguh aneh penerima atas nama saya, tetapi kok saya tidak berhak? saya bingung kenapa jawaban pihak bank seperti itu.” Ulasnya

Selain itu, Sri mendatangi pihak bank BNI menceritakan “Tujuan saya kesini untuk melakukan pembukaan pemblokiran ATM, karena nyatanya saldo sudah masuk di ATM saya, akan tetapi kenapa tidak dapat di ambil, kami di berikan saran dari pendamping PNM MEKAAR meminta ke bank BNI untuk membuka pemblokiran terlebih dahulu, agar dapat di ambil. Ujarnya

Terjadinya Ratusan penerima bantuan UMKM akibat dari pemblokiran tersebut bersama-sama mendatangi kantor bank BNI cabang Pringsewu, untuk membuka pemblokiran ATM BNI, sehingga kami dapat mengambil bantuan dari pemerintah.

Fajar Haryadi selaku Kacap Bank BNI Pringsewu saat di konfirmasi di ruang kerjanya menjelaskan “Bantuan dari kementrian koperasi yang bekerjasama dengan pihak bank, dengan nilai bantuan Rp. 1.200.000 dari masing penerima, untuk pemblokiran itu langsung dari pusat, sebenernya kami sudah antisipasi hal ini dengan cara memberikan nomer antrian, namun datangnya bersamaan sehingga nomer antrian itu tak berlaku lagi. Untuk hal ini, sedang kami cari solusinya bagaimana kedepannya, dengan harapan penerima UMKM harap bersabar. Ucapnya

Akibat adanya pemblokiran ATM bantuan UMKM tersebut, nampak jelas ratusan penerima berdesak desakan untuk mendatangi bank BNI Pringsewu, tanpa mematuhi protokol kesehatan. Pungkasnya

(IYAN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.