Targetkan 60 Titik Baru di 2026, Dishub Jombang Perangi ‘Blank Spot’ Demi Keamanan Warga

Jombang | Detikkasus.com – Pemerintah Kabupaten Jombang di bawah kepemimpinan Bupati Warsubi tancap gas memprioritaskan “Jombang Terang” sebagai agenda vital lima tahun ke depan.

Tidak sekadar urusan estetika, pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) kini diposisikan sebagai urat nadi keselamatan warga dan penggerak ekonomi malam hari.

​Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang, Sugianto, S.Sos., menegaskan bahwa PJU adalah pasangan tak terpisahkan dari pembangunan infrastruktur jalan.

​”Penerangan jalan bukan sekadar lampu, tapi bagian dari pelayanan dasar pemerintah kepada masyarakat. Jika jalannya sudah mulus tapi gelap, pelayanan kita belum maksimal,” ujar Sugianto, Selasa (13/1/2026).

​Meski pembangunan jalan terus masif, Sugianto mengakui masih ada tantangan besar (PR) yang harus dituntaskan. Hingga saat ini, realisasi PJU di Kabupaten Jombang baru menyentuh angka 40% dari total kebutuhan ideal.

​Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, Dishub Jombang telah menyusun strategi matang.

Skema PIK (Pagu Indikatif Kewilayahan): Memberikan wewenang kepada pihak Kecamatan untuk menentukan titik prioritas.

Target 2026: Pemasangan di 60 titik strategis hasil Musrenbang 2025 yang difokuskan pada wilayah blank spot (belum tersentuh cahaya).

Agenda Berkelanjutan: PJU akan menjadi “otomotif” atau penggerak utama pembangunan selama lima tahun masa jabatan Bupati Warsubi.

​Menanggapi mekanisme pengadaan, Sugianto menjelaskan bahwa mayoritas paket PJU memiliki nilai di bawah Rp 200 juta, sehingga menggunakan skema Pengadaan Langsung (PL). Namun, ia menjamin prosesnya jauh dari kata tertutup.

​”Semua tetap melalui mekanisme elektronik. Transparan, akuntabel, dan sesuai aturan. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.

​Sebaran PJU Jombang (Data Hingga Oktober 2025)

Total Titik Terpasang
2.007 Titik.

Capaian Saat Ini
± 40% dari Kebutuhan.

Target Prioritas,
Wilayah Pedesaan dan Ruas Jalan Rawan.

Mekanisme Usulan
Musrenbang & Aspirasi Kewilayahan.

Dengan meratanya penerangan hingga ke pelosok desa, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas dan tingkat kriminalitas di malam hari dapat ditekan drastis.

Lebih jauh lagi, jalanan yang terang diyakini akan menghidupkan geliat UMKM dan aktivitas sosial warga setelah matahari terbenam.

​Untuk rencana anggaran 2027, Dishub memastikan akan tetap menggunakan pendekatan partisipatif melalui Musrenbang guna menjaring aspirasi langsung dari masyarakat bawah.

(Jum)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *