Detikkasus.com | Pelalawan Riau – Kementerian Agama peringati Hari Amal Bakti yang ke 80 yang dilaksanakan di halaman Kantor Urusan Agama Kecamatan Kuala Kampar hadir sebagai pembina upacara Camat Kuala Kampar acara penuh Hidmat 12 Januari 2026.
Turut hadir dalam acara, Pimpinan Kecamatan, ‘Sekretaris Kecamatan.Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Kuala Kampar.Kapolsek Kec Kuala Kampar yang mewakili.Lurah Teluk Dalam.Korwil Pendidikan Kuala Kampar. PKK Kecamatan Kuala Kampar.Kepala Pondok Pasantren Nurhidayah Kuala Kampar, SMPN l Kuala Kampar. MTS Kuala Kampar.SMAN l Kuala Kampar.Tokoh Masyarakat Kuala Kampar. serta Siswa Siswi.
Sambutan Menteri Agama Rl Peringatan Hari Amal Bakti yang dibacakan, “Elrasyidi Albi.S.sos. Camat Kuala Kampar. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Puji sukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa.Atas berkat dan limpahan rahmat Nya, pada hari yang berbahagia ini kita dapat mengikuti Upacara Peringatan Hari Amal Bakti ke 80 Kementerian Agama dalam keadaan sehat wal afiat. Rasa sukur yang sama juga kita haturkan karena atas karunia nya, Kementerian Agama terus eksis melintasi perjalanan sejarah bangsa,menghadapi berbagai tantangan, dan beradaptasi dengan dinamika zaman.
Dalam Catan sejarahnya, kehadiran Kementerian Agama bukan semata lahir dari tuntutan sosiologis, melainkan merupakan kebutuhan nyata bangsa yang majemuk. Republik ini tidak dibangun oleh satu golongan, melainkan oleh sinergi seluruh komponen bangsa sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga hari ini. Para founding fadher Kementerian Agama meletakkan cita cita besar agar lembaga ini berkontribusi nyata dalam membina kehidupan keagamaan yang damai, sekaligus membuka jalan selebar lebarnya bagi terwujudnya masyarakat yang adil, rukun dan sejahtera.
Kita juga memperkuat fondasi ekonomi umat melalui ribuan pasantren, pemberdayaan ekonomi sosial keagamaan, seperti zakat, wakaf, infak, sedekah, diakonia, derma atau kolekte, dana Punia, dana Paramita, dan dana kebijakan. Program program tersebut tidak hanya mendorong kemandirian lembaga keagamaan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat secara umum.
Kin, umat manusia menghadapi tantangan besar bernama Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan. Kita hidup di era Vuca Volatility, Uncertainty, Complexy, dan Ambiguity di mana perubahan berlangsung cepat, sulit diprediksi, komplek, dan penuh ketidakpastian. Di era ini, kita tidak boleh sekedar menjadi penonton. Kita harus memiliki kedaulatan.
Keluarga besar Kementerian Agama yang berbahagia, “Untuk mewujudkan visi besar tersebut, setiap ASN Kementerian Agama dituntut bertransformasi menjadi pribadi yang “agile”, lincah dan sigap menghadapi perubahan, adaptif, terbuka terhadap teknologi dan inovasi, serta responsif, cepat melayani kebutuhan umat dengan empati dan integritas. Nilai nilai ini sejatinya bukan hal baru, melainkan warisan luhur tradisi keagamaan yang perlu kita aktualkan kembali dalam konteks zaman.
Sesuai tema HAB ke 80 “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju,” marilah kita satukan tekat. Dengan fondasi yang kokoh, semangat pengabdian yang berdampak, serta penguasaan teknologi yang beretika, kita optimistis mampu mengantar Indonesia menuju masa depan yang damai, maju, dan bermartabat. (. Tambi )






