Jombang | Detikkasus.com – Menyemarakkan HUT RI Ke-80, Desa Mundusewu, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, menggelar acara yang cukup mencuri perhatian, sebab Desa Mundusewu mengunggah salah satu kesenian yang tidak biasa yakni kesenian ujung pada Sabtu (16/8/2025) siang.
Sebelumnya Desa Mundusewu telah mengadakan rangkaian acara HUT RI ke-80, yaitu lomba bola voly kemudian menggelar acara kesenian kuda lumping dan ujung, Mundusewu bersholawat, dan puncaknya akan menggelar pawai budaya pada bulan September yang akan datang.
Kepala Desa Mundusewu, Anisah. Ketika diwawancarai wartawan mengatakan, jika kesenian ujung adalah kesenian turun temurun yang dilestarikan oleh masyarakat Desa Mundusewu.
“Tujuan kami Pemerintah Desa Mundusewu menggelar acara kesenian ujung salah satunya untuk melestarikan uri uri budaya selain itu kesenian ujung ini juga warisan dari nenek moyang kepada Desa Mundusewu yang harus kita lestarikan”, ujar Kades Anisah.
Karena kesenian ujung sangat menarik banyak masyarakat bahkan hingga luar desa maupun kecamatan yang mendaftar sebagai peserta ujung di Desa Mundusewu, kali ini ada 200 peserta yang akan mengikuti acara kesenian di HUT RI Ke-80.
Adapun rangkaian ritual yang harus dilakukan sebelum acara ujung dimulai, yakni doa bersama yang di pimpin salah satu warga yang dipercaya di kesenian ujung Desa Mundusewu, selanjutnya merendam panjalin dengan air cabai rawit. Ritual ini wajib dilakukan agar acara dapat berjalan dengan lancar.
Anisah berharap kesenian ujung yang dilakukan setiap tahun di Desa Mundusewu ini semakin dikenal oleh kalangan masyarakat luas, “Terutama untuk Kabupaten Jombang kami berharap kesenian ujung ini bisa dilestarikan”, harapnya
Sementara itu salah satu peserta ujung Sutikno (53) warga Desa Mundusewu mengatakan, jika ia mengikuti acara ini karena terdorong rasa ikut melestarikan budaya. “Kesenian ujung ini merupakan tradisi di desa kami, tradisi ujung ini sebenarnya adalah tarian minta hujan sejak 1960, jadi kami sebagai penerus harus tetap melestarikan budaya ini”, kata Sutikno
“kami berharap Desa Mundusewu setiap tahunnya selalu mengadakan acara kesenian ujung agar tradisi ini bisa terus dilestarikan, dan semoga bisa menjadikan icon di Desa Mundusewu sampai ke generasi muda tetap melestarikan budaya kesenian ujung”, pungkasnya.
Reporter: Jum






