UU KUHP Mengancam Kemerdekaan Pers Dan Demokrasi.

Jumat, 9 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta |Detikkasus.com – Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) telah disetujui bersama oleh DPR-RI dan pemerintah untuk disahkan menjadi UU KUHP dalam sidang paripurna DPR-RI, pada hari selasa 06 Desember 2022 dijakarta.

Dewan Pers menyayangkan keputusan itu diambil dengan mengabaikan minimnya partisipasi dan masukan masyarakat, termasuk komunitas pers mengingat masih terdapat pasal-pasal krusial yang menjadi ancaman bagi pers dan wartawan.

Sejumlah pasal dalam UU KUHP tersebut sungguh mengancam kehidupan berdemokrasi di Indonesia. Kemerdekaan pers dan kebebasan berekspresi kini menghadapi upaya pembungkaman. Pers sebagai pilar demokrasi yang bekerja untuk memenuhi hak masyarakat atas informasi yang bermakna akan lumpuh karena berhadapan dengan ancaman kriminalisasi oleh pasal-pasal UU KUHP.

Dalam demokrasi, kemerdekaan pers harus dijaga, salah satunya dengan memastikan tidak adanya kriminalisasi terhadap wartawan. Perlindungan itu dibutuhkan agar wartawan dapat bebas menjalankan tugasnya dalam mengawasi (social control), melakukan kritik, koreksi, dan memberikan saran-saran terhadap halhal yang berkaitan dengan kepentingan umum untuk mencegah terjadinya penyalah gunaan kekuasaan.

Baca Juga:  Kapolri Kirim Surat Ke KPK, Tugaskan Brigjen Endar Priantoro Jadi Direktur Penyelidikan

Kemerdekaan pers terbelenggu karena UU KUHP itu, dapat menjerat wartawan dan perusahaan pers sebagai pelaku tindak pidana ketika menjalankan tugas jurnalistik.

Dewan Pers sebagai lembaga independen sebelumnya telah menyusun daftar inventaris masalah (DIM) RKUHP terhadap pasal-pasal krusial yang menjadi ancaman terhadap pers dan wartawan. Dewan Pers juga menyarankan reformulasi 11 cluster dan 17 pasal dalam RKUHP yang berpotensi mengancam kemerdekaan pers, sebagai upaya mencegah kriminalisasi. Namun masukan yang telah diserahkan didalam siaran persnya. Ke pemerintah dan DPR tidak memperoleh feedback, pada hal dewan pers juga menyampaikan saran agar dilakukan simulasi kasus atas norma yang akan dirumuskan. “Kami menilai ketentuan-ketentuan yang dimuat dalam RUU KUHP yang baru disetujui oleh pemerintah dan DPR untuk disahkan menjadi UU KUHP itu, tidak hanya mengancam dan mencederai kemerdekaan pers. Namun juga berbahaya bagi demokrasi, kebebasan beragama dan berkeyakinan. Serta pemberantasan korupsi,” kata Arif Zulkifli, sebagai ketua komisi hukum dan perundang-undangan dewan pers.

Baca Juga:  Peringatan HUT ke-17 DPD RI, Bamsoet Ajak DPD RI Kaji Urgensi PPHN

Arif menambahkan, ketentuan-ketentuan pidana pers dalam KUHP. Mencederai regulasi yang sudah diatur dalam UU nomor 40 tahun 1999 tentang pers, pada hal unsur penting berdemokrasi adalah dengan adanya kemerdekaan berekspresi. Kemerdekaan berpendapat, serta kemerdekaan pers.

Dalam kehidupan yang demokratis, kemerdekaan menyampaikan pikiran dan pendapat sesuai dengan hati nurani dan hak memperoleh informasi. Merupakan hak asasi manusia hakiki, dewan pers mencatat pasal-pasal UU KUHP yang berpotensi mengkriminalisasi wartawan dan mengancam kemerdekaan pers. Kemerdekaan berpendapat dan berekspresi, sebagai berikut, 1 pasal 188 yang mengatur tentang tindak pidana penyebaran atau pengembangan ajaran komunisme/marxisme-leninisme.

2. Pasal 218, pasal 219 dan pasal 220 yang mengatur tindak pidana penyerangan kehormatan atau harkat dan martabat presiden dan wakil presiden. 3, pasal 240 dan pasal 241 yang mengatur tindak pidana penghinaan terhadap pemerintah. 4, pasal 263 yang mengatur tindak pidana penyiaran atau penyebarluasan berita atau pemberitahuan bohong. 5, pasal 264 yang mengatur tindak pidana kepada setiap orang yang menyiarkan berita yang tidak pasti. Berlebih-lebihan, atau yang tidak lengkap dalam siaran persnya.

Baca Juga:  Tingkatkan Sinergitas TNI-Polri, Polsek dan Koramil Pacitan Gelar Apel Bersama

6. Pasal 280 yang mengatur tentang gangguan dan penyesatan proses peradilan, 7. Pasal 300 pasal 301 dan pasal 302 yang memuat tentang tindak pidana terhadap agama dan kepercayaan. 8, pasal 436 yang mengatur tindak pidana penghinaan ringan. 9, pasal 433 mengatur tindak pidana pencemaran. 10, pasal 439 mengatur tindak pidana pencemaran orang mati. 11, pasal 594 dan pasal 595 mengatur tindak pidana penerbitan dan pencetakan. Jakarta 07 desember 2022 (nara hubung), 1. Arif Zulkifli, sebagai ketua komisi hukum dan perundang-undangan dewan pers. Nomor hendfone (HP) 0811929697, 2. Ninik rahayu, wakil ketua komisi hukum dan perundang-undangan dewan pers. Nomor hemdfone (HP), 081380280350.

(Kaperwil-Aceh)

Berita Terkait

Peringati Hari Pahlawan Pemkab Tanjabbar laksanakan Ziarah dan Tabur Bunga
Penyerahan Dana Program Pemerintah PIP kepada Siswa di Kepsek SMP Al-Hikmah Sendang, Kecamatan Karang Ampel, Kabupaten Indramayu
Mubes ke 01 dan Pelantikan DPD yang Diserahkan oleh DPP GMPAR Ratno Suyatno
PG Sindanglaut Mulai Dilirik Wisatawan Domestik
Damkar dan BPDB Kabupaten Cirebon terima AMS Membantu Penanggulangan Bencana
Siswa SD Diduga Alami Bullying Anak SMPN 1 Balongan, Ketua DPD IWO-I Indramayu Angkat Bicara
UAS bersama Ketua TPD Himbau, Masa Pendukung tak Terpancing Isu Provokatif dan Fitnah
Polres Bojonegoro Terima 3 Sertifikasi Hak Paten dari Kemenkumham
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 10 November 2024 - 22:26 WIB

Peringati Hari Pahlawan Pemkab Tanjabbar laksanakan Ziarah dan Tabur Bunga

Rabu, 6 November 2024 - 15:25 WIB

Penyerahan Dana Program Pemerintah PIP kepada Siswa di Kepsek SMP Al-Hikmah Sendang, Kecamatan Karang Ampel, Kabupaten Indramayu

Minggu, 3 November 2024 - 15:21 WIB

Mubes ke 01 dan Pelantikan DPD yang Diserahkan oleh DPP GMPAR Ratno Suyatno

Kamis, 31 Oktober 2024 - 20:09 WIB

PG Sindanglaut Mulai Dilirik Wisatawan Domestik

Rabu, 4 September 2024 - 19:46 WIB

Damkar dan BPDB Kabupaten Cirebon terima AMS Membantu Penanggulangan Bencana

Berita Terbaru

Uncategorized

KPU Pulang Pisau Gelar Kegiatan Jalan Sehat

Minggu, 17 Nov 2024 - 17:07 WIB