Kesabaran & Ketabahan

oleh -

🌹 Alloh bersama orang yang Sabar 🌹

 

Begitu banyak kita temukan sebuah kisah para Nabi dan para sahabat di dalam Al-Qur’an.

Dalam setiap kisah itu kita akan menemukan berbagai pelajaran dan inspirasi kehidupan (Hikmah).

Karena itulah Alloh SWT mengajak kita untuk memetik berbagai pelajaran kehidupan dari setiap kisah yang diabadikan dalam Al-Qur’an tersebut.

 

لَقَدۡ كَانَ فِي قَصَصِهِمۡ عِبۡرَةٞ لِّأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِۗ

“Sungguh, pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai AkaL.”

(QS. Yusuf : 111)

 

Kali ini kita ingin belajar dari kisah kehidupan Nabi Nuh as.

Kisah Nabi Nuh As adalah sebuah AL-kisah yang luas untuk bisa kita ambil Hikmah nya.

Namun yang menonjol dari kehidupan kisah Nabi Nuh as adalah dahsyatnya kesabaran beliau dalam berdakwah dan besarnya tawakal beliau kepada Alloh SWT.

 

Begitu berat sekali bila kita membayangkan kesabaran Nabi Nuh As 950 tahun dilalui untuk mengajak umat menuju kepada Jalan yang benar

Tidak terhitung lagi berapa banyak nya Gangguan – Caci,Maki dan Pengkhianatan yang diberikan umat kepada beliau.

Semua ketulusan dan kebaikan Nabi Nuh As dibalas dengan Kesombongan dan Kekejian.

Mayoritas umat memilih untuk berpaling dan hanya segelintir orang yang masih setia mengikuti beliau.

 

Cobaan menjadi semakin berat ketika anak dan istri beliau juga enggan ikut di jalan keselamatan ini dan memilih untuk lari dari beliyau

Walau beliyau seorang nabi,tapi beliyau juga manusia seperti kita dan Ujian beliyau tentunya jauh lebih besar dari diri kita sebagai manusia biasa pada umum nya…

 

Tawakal Nabi Nuh As berada dalam puncaknya.

Alloh SWT menceritakan dalam Firman-Nya :

 

وَٱتۡلُ عَلَيۡهِمۡ نَبَأَ نُوحٍ إِذۡ قَالَ لِقَوۡمِهِۦ يَٰقَوۡمِ إِن كَانَ كَبُرَ عَلَيۡكُم مَّقَامِي وَتَذۡكِيرِي بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ فَعَلَى ٱللَّهِ تَوَكَّلۡتُ فَأَجۡمِعُوٓاْ أَمۡرَكُمۡ وَشُرَكَآءَكُمۡ ثُمَّ لَا يَكُنۡ أَمۡرُكُمۡ عَلَيۡكُمۡ غُمَّةٗ ثُمَّ ٱقۡضُوٓاْ إِلَيَّ وَلَا تُنظِرُونِ

 

Dan bacakanlah kepada mereka berita penting (tentang) Nuh ketika (dia) berkata kepada kaumnya :

“ Wahai kaumku..

Jika terasa berat bagimu aku tinggal (bersamamu) dan Peringatanku dengan Ayat-ayat Alloh..

Maka kepada Alloh aku bertawakal.

Karena itu bulatkanlah keputusanmu dan kumpulkanlah sekutu-sekutumu (untuk membinasakanku)

Dan janganlah keputusanmu itu dirahasiakan.

Kemudian bertindaklah terhadap diriku, dan janganlah kamu tunda lagi.”

(QS. Yunus : 71)

 

Dalam ayat ini Alloh SWT menggambarkan besarnya Keyakinan Nabi Nuh As terhadap pertolongan Alloh SWT.

Sehingga dalam posisi apapun beliau memiliki power yang tidak bisa dikalahkan oleh rasa takut.

Dalam kondisi apapun Nabi Nuh As siap menantang segala bentuk kezholiman yang ingin memusuhi beliau.

“Karena itu bulatkanlah keputusanmu dan kumpulkanlah sekutu-sekutumu (untuk membinasakanku)Dan janganlah keputusanmu itu dirahasiakan.

Kemudian bertindaklah terhadap diriku, dan janganlah kamu tunda lagi.”

Ketika mendengar ayat ini, seakan kita sedang mendengarkan ucapan seseorang yang memiliki kekuasaan dan bala tentara yang dahsyat untuk melindunginya.

Sebuah tantangan yang menggetarkan seluruh hati orang-orang zholim. Tantangan ini bukan datang dari seorang yang memiliki banyak pasukan, tapi tantangan ini datang dari seorang Nuh yang bersandar hanya kepada kekuatan Sang Pemilik Alam.

Nabi Nuh as yakin bahwa musuh-musuh itu tidak akan mampu melakukan apa-apa sebelum Alloh menentukannya.

 

قُل لَّن يُصِيبَنَآ إِلَّا مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَنَا هُوَ مَوۡلَىٰنَاۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ

 

Katakanlah (Muhammad)

“ Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Alloh bagi kami.

Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Alloh bertawakal-lah orang-orang yang beriman.”

(QS. At-Taubah : 51)

 

Nabi Nuh as yakin dengan sepenuh hati bahwa Alloh SWT pasti akan menolongnya dan tidak akan membiarkannya sendirian.

 

حَسۡبُنَا ٱللَّهُ وَنِعۡمَ ٱلۡوَكِيلُ

 

“ Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.”

(QS. Ali ‘Imran : 173)

 

Nabi Nuh As yakin bahwa Alloh akan menyelesaikan semua masalahnya.

وَمَن يَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسۡبُهُۥٓ

 

“Dan barangsiapa bertawakal kepada Alloh

Niscaya Alloh akan mencukupkan (keperluan)nya.”

(QS. Ath-Thalaq : 3)

 

Nabi Nuh as yakin bahwa tiada kekuatan yang bisa mengalahkan kekuatan Alloh SWT.

إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِير

“Sungguh, Allaoh Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

(QS. Al-Baqarah : 20)

 

Nabi Nuh as yakin dengan firman-Nya :

إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَواْ وَّٱلَّذِينَ هُم مُّحۡسِنُونَ

 

“Sungguh, Alloh beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.”

(QS. An-Nahl : 128)

 

Ayat-ayat ini turun untuk Nabi Muhammad saw.

Namun Keberanian – Kesabaran dan Tawakkal yang dimiliki oleh Nabi Nuh As seakan menggambarkan seluruh makna dari ayat-ayat ini.

Syarat kemenangan dalam perjuangan adalah memiliki keyakinan kuat kepada Alloh SWT dan bersandar hanya pada Kekuatan-Nya.

Apabila keimanan itu lemah maka perjuangan itu akan kalah walau sebesar apapun persiapan dan kekuatan yang telah disiapkan.

Mari kita belajar pada Kesabaran dan Ketaqwa’an dari Keyakinan para Nabi

Karena disitulah letak kemenangan yang hakiki.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Hai orang-orang yang beriman

Jadikanlah Sabar dan Sholat sebagai penolongmu..

Sesungguhnya Alloh beserta orang-orang yang Sabar..

(A.M.R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *